Uji Coba Satu Arah Simpang Dakota, Dishub Sebut Masih Banyak Pengendara Menerobos
Laelatunniam August 11, 2026 03:20 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Pemerintah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi menguji coba penerapan sistem arus lalu lintas satu arah di kawasan Simpang Tiga Dakota sejak Senin (10/8) pukul 11.00 WITA.

Langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi penumpukan kendaraan yang kian parah sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan rawan macet tersebut.

Meski arus lalu lintas secara umum mulai terurai dan melancar, petugas di lapangan mencatat masih maraknya pelanggaran yang dilakukan oleh para pengguna jalan. Pengendara dinilai belum sepenuhnya terbiasa dengan skema lalu lintas baru ini.

Petugas Dishub Farah dan Baiq Fia, saat ditemui Tribun Lombok di lokasi pemantauan mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang nekat menerobos atau memaksakan diri memutar ke arah yang dilarang.

"Kalau untuk pelanggaran ya, mungkin banyaknya itu yang di sini, yang di Simpang Tiga Dakota ini karena masih banyak warga yang masih berusaha untuk untuk belok ke Jalan ke Jalan Dakota gitu, walaupun ada petugas ataupun tidak ada petugas masih tetap seperti ini, masih tetap mencoba untuk menerobos, karena masih percobaan juga, karena masih belum banyak yang tahu, jadinya banyak yang mau belok," terang Farah.

Sistem satu arah ini sendiri diterapkan berdasarkan tingginya volume kendaraan pada jam-jam sibuk (peak hour), terutama pada pagi dan sore hari.

Sebelum uji coba dilakukan, panjang antrean kendaraan dari arah utara menuju selatan di lampu merah Rembiga bahkan kerap mengular hingga kawasan Simpang Tiga Selagalas.

"Untuk sistem jalur satu ini,  tujuan utamanya itu ya yaitu untuk mengurangi kemacetan. Yang utama yaitu mengurangi kemacetan, mengurangi kecelakaan, terus yang seperti semua orang tahu ini jalur Rembiga ini sangat padat terutama di pagi hari dan di sore hari yaitu di peak hour," jelasnya.

Berdasarkan analisis perhitungan kinerja simpang, indikator pelayanan lalu lintas di Simpang Empat Rembiga dan Simpang Tiga Dakota berada pada tingkat terburuk (nilai F), sementara Simpang Tiga Auri berada pada nilai

Terlepas dari banyaknya pelanggaran di hari awal, evaluasi sementara menunjukkan dampak positif terhadap kelancaran jalan.

Waktu tempuh masyarakat menjadi lebih cepat karena tidak perlu lagi tertahan lama di antrean lampu merah.

Indikator kepadatan pada aplikasi peta navigasi digital yang semula merah pekat kini mulai melandai ke warna oranye.

Menutup keterangannya, Farah mengimbau seluruh masyarakat untuk saling menghargai sesama pengguna jalan demi keselamatan bersama selama masa uji coba ini berlangsung.

"Imbauannya ya kalau dari kami, karena kan jalan raya itu milik bersama, jadi sebaiknya kita menggunakan jalan ini ya untuk kebersamaan, karena keselamatan itu ya memang harus dari diri kita sendiri sebagai pengguna jalan," pungkasnya.

Baca juga: Simak Pola Rekayasa Lalu Lintas Dakota-Rembiga, Berlaku Uji Coba Selama 7 Hari

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.