Profil Pendakwah KH Anwar Zahid, Selamat Meski Mobilnya Ringsek Berat Usai Ditabrak Truk
Dewi Agustina August 11, 2026 03:36 PM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KH Ahmad Anwar Zahidatau penceramah asal Bojonegoro, Jawa Timur mengalami kecelakaan, Senin (10/8/2026) malam.

Mobil Toyota Alphard yang ditumpangi KH Anwar Zahid ditabrak truk trailer di Jalan Raya Padangan-Ngawi, wilayah Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Baca juga: Menhub Dudy: KMP Mutiara Sentosa II Sudah Tiga Kali Terlibat Kecelakaan

Saat kejadian, KH Anwar Zahid dalam perjalanan hendak mengisi pengajian di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Akibat kecelakaan itu, mobil yang ditumpangi Anwar Zahid ringsek parah di bagian depan.

Dari keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian, saat kejadian mobil Alphard melaju dari arah utara menuju selatan atau arah Bojonegoro menuju Ngawi.

 

 

Setibanya di sekitar lokasi perbaikan jalan di wilayah Tinggang, mobil Alphard berhenti di belakang sebuah truk.

Mobil berhenti lantaran tengah menunggu antrean sistem buka-tutup jalur akibat adanya pekerjaan perbaikan jalan.

Saat mobil Alphard dalam posisi berhenti, tiba-tiba diseruduk truk trailer yang dikemudikan WP asal Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dari arah belakang.

Baca juga: Cerita Lansia 81 Tahun Jadi Korban Kecelakaan Malah Dituduh Lakukan Pemerasan

"Diduga pengemudi truk trailer mengantuk, sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan menabrak mobil Toyota Alphard," ujar Septian, selasa (11/8/2026).

Mobil Alphard dikemudikan oleh santri KH Anwar Zahid berinisial oleh A, pria berusia 31 tahun asal Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Sementara salah satu penumpangnya adalah AAZ, pria berusia 52 tahun asal Kecamatan Kanor.

Tak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden kecelakaan tersebut.

 

Kondisi Mobil KH Anwar Zahid Ringsek_1
KECELAKAAN LALU LINTAS - Kondisi mobil Toyota Alphard yang ditumpangi KH Anwar Zahid mengalami ringsek usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Padangan-Ngawi, tepatnya di wilayah Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Senin (10/8/2026) malam. (Satlantas Polres Bojonegoro)

 

Namun mobil Toyota Alphard milik KH Anwar Zahid mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.

Kap depan mobil mengalami ringsek setelah terdorong hingga menabrak bagian belakang truk yang berhenti di depannya.

Kasus ini selanjutnya ditangani oleh Satlantas Polres Bojonegoro.

Ipda Septian mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan, terutama saat mendekati antrean kendaraan.

Profil KH Anwar Zahid

K.H. Ahmad Anwar Zahid atau dikenal juga dengan Abah Anza (lahir 11 Maret 1974 di Bojonegoro) adalah pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah sekaligus seorang pendakwah kondang asal Kanor, Bojonegoro. 

Ia beraliran Ahlussunah wal Jama'ah dan berafiliasi ormas Nahdlatul Ulama.

Sejak kecil ia sekolah di Komplek Pesantrem At Tanwir, Sumberejo, Bojonegoro. 

Kemudian menimba ilmu di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, lalu berpindah ke Asrama Pesantren Ta'limul Quranil Adzim (APTQ) di Bungah, Gresik yang fokus pada penghafalan Al Quran.

Ia lahir dan tinggal hingga saat ini di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. 

Hingga saat ini ia selalu mengisi 3 hingga 4 jadwal pengajian setiap harinya di berbagai daerah. 

Hal itu karena selalu ada permintaan jadwal yang masuk dari jamaah di setiap harinya, sehingga jadwal pengajian selalu penuh hingga beberapa tahun kedepannya.

Hal ini terjadi lantaran cara ceramahnya yang sangat digemari oleh semua strata masyarakat, bahasa yang ia gunakan selalu mengena di hati jamaah dan selalu diiringi humor-humor yang bermakna.

Ia selalu menyindir perilaku-perilaku dan sifat seseorang yang biasa terjadi di dalam sebuah masyarakat.

Sehingga para jamaah pun hanya bisa tertawa dan menyadari akan kebenaran dari apa yang ia sampaikan.

Apa yang menjadi pokok inti ceramah secara tidak langsung sudah diterima oleh jamaah melalui humor-humor tersebut.

Selain di Indonesia, ia juga sering kali mengisi pengajian di mancanegara, seperti Hongkong, Korea Selatan, Malaysia. 

Selain itu terdapat juga pengajian rutin di Pondok Pesantren yang ia asuh tiap hari Ahad Kliwon yang diberi nama Jamaah Maqoman Mahmudah.

Pendidikan

Mengutip Wikipedia, KH Anwar Zahid memulai pendidikannya dengan belajar di SD, SMP di lingkungan rumahnya. 

Tahun 1988, dia melanjutkan studinya dengan belajar nyantri di Pondok Pesantren Langitan di bawah asuhan Romo KH. Abdullah Faqih.

Pada masa-masa di Pondok Pesantren Langitan itulah KH. Anwar Zahid memanfaatkan waktu untuk mempelajari agama dengan begitu baik dan juga mendalam. 

Selain mendalami ilmu agama dia juga dilatih dengan metode-metode dakwah yang mumpuni.

Disinilah bakat-bakatnya dalam berdakwah dan menyiarkan agama Islam mulai terasah dengan baik.

Setelah restu dan juga doa dari Romo KH. Abdullah Faqih diperoleh berangkatlah KH. Anwar Zahid menuju pesantren “APTQ” Sampurnan Bungah Gresik. 

Pada pesantren itu KH. Anwar Zahid ingin memperdalam ilmu dalam bidang al-Quran dan juga hafalannya. 

Di pondok pesantren ini KH. Anwar Zahid di gembleng dengan pemahaman akan al-Quran secara mendalam baik dari segi pelafalan tafsir dan juga hafalan al-Quran.

Berkat gemblengan dari Pondok Pesantren Langitan dan juga Pondok Pesantren APTQ Sampurnaan Bungah Gresik saat ini Anwar Zahid mampu dengan baik menjalankan misi dakwah dan juga keumatan.

Karier

  • Mendirikan Pesantren

KH. Anwar Zahid memiliki yayasan pondok yang berada tepat di samping kediamannya, bernama Yayasan Pondok Pesantren Sabilun Najah.

Di ponpes ini terdapat jenjang pendidikan MTs dan MA  bagi santri-santriwati yang ingin mengemban ilmu di sini.

Seluruh biaya sehari-hari ditanggung penuh oleh pihak pondok alias gratis, tetapi biaya pendaftaran dan finansial masih ditanggung oleh masing-masing pendaftar atau calon peserta didik.

Ceramah Khas

Jemaah suka dengan gaya bicara KH Anwar. Setiap ceramah KH Anwar penuh dengan celetukan. Salah satunya celetukan 'Qul hu wae lek kesuwen'.

Celetukan tersebut membuat namanya semakin dikenal. Isi ceramah yang disampaikan tentang banyak hal. 

Di antaranya tentang agama yang berkenaan dengan masalah ubudiyah, amaliyah dan syari'ah.

Semua itu disajikan dalam bentuk guyonan. Sehingga ceramah lebih menarik.

Penulis: (TribunJatim.com/Misbahul Munir) (Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.