Dihantam Gelombang 4 Meter di Padang Galak, Kapal Kargo MK Baruna Karam Saat Hendak ke Lembongan
Ida Ayu Suryantini Putri August 11, 2026 03:39 PM

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah kapal kargo MK Baruna karam di perairan Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Denpasar, Bali, pada Selasa 11 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 WITA. 

Kapal bermuatan barang yang hendak bertolak menuju Nusa Lembongan tersebut karam setelah diterjang gelombang tinggi dan arus deras.

Peristiwa bermula ketika kapal sepanjang 22,5 meter itu selesai memuat barang pada Senin malam. Namun, rencana keberangkatan terpaksa ditunda lantaran cuaca buruk di tengah laut.

Baca juga: Relokasi Kapal Nelayan dari Benoa ke Pengambengan Bali Belum Terlaksana, Fasilitas Belum Siap

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa kapten kapal sempat memutuskan untuk melempar jangkar sekitar 40 meter dari bibir pantai demi mengantisipasi risiko pelayaran.

"Kondisi ombak saat itu mencapai ketinggian sekitar empat meter. Kapten kapal dan ABK memutuskan bertahan di atas kapal untuk menjaga muatan," ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Nahas, saat memasuki Selasa subuh sekitar pukul 05.00 WITA, hempasan air laut makin tidak terkendali dan mulai menerobos masuk melalui bagian belakang kapal. 

Kapten kapal, Mohamad Ilyas (40), sempat berupaya mengarahkan haluan menuju alur pelabuhan untuk menyelamatkan armada.

Baca juga: Cuaca Buruk Hantui Selat Bali, ASDP Lakukan Penyesuaian Bongkar Muat dan Tambah Kapal 

"Namun ombak dan arus sangat besar. Kapal semakin kemasukan air dan akhirnya mulai tenggelam," kata Kasi Humas.

Dalam situasi darurat tersebut, kapten bersama dua anak buah kapal, Mohamad Nur Wadi (29) dan Paidi (41), berusaha sekuat tenaga menyelamatkan barang-barang muatan yang bisa dievakuasi ke tepian pantai.

Personel Sat Polairud Polresta Denpasar yang menerima informasi langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan saksi serta berkoordinasi dengan pihak KSOP Dermaga Sanur.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Posisi kapal sementara ditambatkan di pinggiran pembatas alur masuk Pelabuhan Sanur agar tidak mengganggu lalu lintas speedboat penumpang," tegasnya.

Hingga saat ini, kapal berwarna putih dengan empat unit mesin tempel milik I Wayan Subrata (54) tersebut masih dalam proses evakuasi bersama warga sekitar. 

Pihak kepolisian menyatakan total nilai kerugian materiil akibat insiden ini masih dalam tahap pendataan. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.