Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Sebanyak 395 satuan pendidikan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, membutuhkan layanan penguatan mutu pendidikan.
Ratusan satuan pendidikan tersebut melayani sebanyak 24.451 peserta didik yang juga menjadi bagian dari sasaran peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten SBT.
Data tersebut disampaikan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku, La Mansur, saat melakukan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten SBT di Ruang Kerja Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri, Kamis (6/8/2026).
La Mansur mengatakan, kehadiran BPMP di SBT untuk membahas kondisi pendidikan sekaligus mendorong adanya peningkatan mutu layanan pendidikan di daerah.
Menurutnya, jumlah satuan pendidikan yang harus mendapatkan perhatian di SBT cukup besar.
Tercatat ada 395 satuan pendidikan yang masuk dalam cakupan layanan BPMP Provinsi Maluku di Kabupaten SBT.
"Ada hal yang perlu kita diskusikan terkait dengan pendidikan di SBT, ada 395 satuan pendidikan yang butuh layanan kita," ujarnya.
Baca juga: Hadiri Sumpah Dokter FK Unpatti, Ini Pesan Wakil Gubernur Maluku
Baca juga: Hadapi Dampak El Nino, Petani Seram Utara Disiapkan 59 Unit Irigasi Pompa Air
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan penguatan mutu pendidikan di SBT, baik pada tingkat satuan pendidikan maupun dalam pelayanan terhadap peserta didik.
Tidak hanya sekolah, jumlah peserta didik yang harus mendapatkan layanan pendidikan juga mencapai puluhan ribu.
BPMP Maluku mencatat sebanyak 24.451 peserta didik berada dalam cakupan layanan pendidikan yang perlu mendapatkan perhatian.
"Peserta didik yang menunggu kita untuk dilayani ada 24.451," katanya.
Besarnya jumlah peserta didik tersebut membuat peningkatan mutu pendidikan menjadi pekerjaan yang membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan satuan pendidikan.
La Mansur menegaskan, pihaknya hadir bukan hanya untuk menyampaikan data mengenai kondisi pendidikan, tetapi juga untuk mendampingi pemerintah daerah dalam melakukan perbaikan.
Ia berharap pendampingan yang dilakukan bersama Pemkab SBT dapat memberikan perubahan terhadap kualitas pendidikan di daerah tersebut.
"Kami dari BPMP hadir tentu saja untuk membersamai Bapak Ibu di SBT, agar kemudian pendidikan di SBT ini paling tidak akan ada peningkatan yang signifikan insya Allah di tahun ini," pungkasnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten SBT Ramli Kilwarani mengatakan, pertemuan bersama BPMP menjadi momentum untuk membahas peta mutu pendidikan Kabupaten SBT tahun 2026.
Menurut Ramli, peta mutu tersebut penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi pendidikan sekaligus menjadi bahan dalam menentukan kebijakan pemerintah daerah.
"Tujuan daripada pelaksanaan TNK adalah untuk menyampaikan dan mendiskusikan peta mutu pendidikan Kabupaten SBT tahun 2026," kata Ramli.
Ia mengatakan, pemerintah daerah juga perlu memberikan dukungan terhadap program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dengan jumlah 395 satuan pendidikan dan 24.451 peserta didik yang harus dilayani, Ramli menilai penguatan mutu pendidikan membutuhkan dukungan lintas sektor.
Data tersebut selanjutnya menjadi salah satu dasar untuk melihat kebutuhan pendidikan di Kabupaten SBT dan menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.(*)