Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Beginilah penampakan perahu wisata yang terbalik setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat.
Perahu berwarna putih dan biru muda bertuliskan Karya Berkah tersebut kini dalam kondisi cukup rusak.
Badan utama perahu masih terlihat utuh, namun sejumlah bagian mengalami kerusakan setelah dihantam ombak dan arus kuat.
Bagian sayap, tiang, serta atap perahu terlihat hancur dan terpisah dari badan perahu.
Sejumlah papan kayu yang biasa digunakan sebagai tempat duduk penumpang juga terlihat sudah tidak berada di tempatnya.
Baca juga: Daftar Nelayan Selamat dalam Kecelakaan Perahu di Pantai Barat Pangandaran
Perahu tersebut sebelumnya ditumpangi tujuh orang nelayan, termasuk seorang tekong. Laka laut itu terjadi saat kondisi gelombang di Pantai Barat Pangandaran cukup tinggi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dari tujuh orang yang berada di atas perahu, enam nelayan berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju bibir pantai.
Mereka yakni Warsono (41), Ratiman (31), Saeful Akbar (23), Aep Saepulloh (45), Sukiman (60), dan Admin (50).
Sementara satu orang lainnya, Suprianto (40), nelayan warga Desa Bojongsari, Kecamatan Pangandaran, hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Baca juga: Ini TKP Perahu Wisata Terbalik di Pangandaran, Ketinggian Ombak Sampai 3 Meter
Ketua Paguyuban Perahu Pesiar Kabupaten Pangandaran, Miswan, mengatakan kecelakaan itu terjadi akibat kondisi gelombang tinggi disertai arus laut yang cukup kuat.
"Kemarin itu tinggi gelombang bisa mencapai sekitar tiga meteran. Memang teman kami kemarin itu tidak memakai life jacket," ujar Miswan kepada Tribun Jabar di sekitar lokasi TKP pantai barat Pangandaran, Selasa (11/8/2026) siang.
Menurutnya, penggunaan jaket pelampung sebenarnya sudah menjadi aturan yang tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ADRT) maupun standar operasional prosedur (SOP) paguyuban.
Baca juga: Breaking News - Perahu Cadik Terdampar di Pantai Timur Pangandaran, Tim SAR Cari Nelayan Hilang
Dalam aturan itu, setiap nakhoda maupun anak buah kapal (ABK) diwajibkan menggunakan life jacket saat beraktivitas di laut.
Miswan menegaskan, kondisi gelombang tinggi seperti saat ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh awak perahu wisata untuk mengutamakan keselamatan.
"Seperti kondisi sekarang ini harus pakai life jacket. Kami juga usahakan agar teman-teman selalu memakai life jacket ketika ke laut," katanya.
Sementara itu, proses pencarian terhadap Suprianto masih dilakukan. Tim SAR gabungan menyisir kawasan perairan dan sepanjang Pantai Barat Pangandaran untuk menemukan korban. (*)