Sumur Bor BNPB di Aceh Timur Semburkan Air Panas 40 Meter Berhenti, Gas Metana Terdeteksi
Muliadi Gani August 11, 2026 05:53 PM

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR - Fenomena langka sempat menggegerkan warga Gampong Matang Keupula, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

Sumur bor bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperuntukkan bagi penyediaan air bersih warga setempat mendadak menyemburkan air panas hingga mencapai ketinggian sekitar 40 meter.

Kendati demikian, fenomena geologis tersebut kini dilaporkan telah terhenti dan kondisi sumur kembali normal.

Keuchik Matang Keupula, Danil, menjelaskan bahwa pembuatan sumur bor tersebut berawal dari inisiatif untuk mengatasi persoalan kelangkaan air bersih yang kerap melanda desanya.

Berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama warga, titik pengeboran diputuskan berlokasi di area meunasah gampong.

"Lokasinya ada di meunasah. Menurut kesepakatan dengan masyarakat, awalnya sumur bor cocoknya dibuat di sana," tutur Danil.

Alat pengukur kandungan gas dilokasi, petugas mencatat adanya kandungan gas metana
ALAT PENGUKUR - Alat pengukur kandungan gas dilokasi, petugas mencatat adanya kandungan gas metana di lokasi sumur bor yang memancar air setinggi 40 meter Gampong Matang Keupula, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.(Dok DLH Aceh Timur)

Baca juga: Semburan Air 40 Meter Muncul Saat Pengeboran Sumur di Aceh Timur, Terdeteksi Gas Mudah Terbakar

Baca juga: Kejar-kejaran di Tol Medan-Pangkalan Brandan, Bea Cukai Sita 3 Moge Selundupan dari Thailand

Namun, di tengah proses penggalian, semburan air panas bercampur tekanan tinggi mendadak membumbung tinggi ke udara. 

Semburan dahsyat setinggi 40 meter tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut, mulai Sabtu hingga Minggu (9/8/2026), sebelum akhirnya surut secara bertahap.

Meski semburan air panas telah berhenti, tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur dan tim teknis PT Medco E&P Malaka langsung turun ke lokasi untuk melakukan uji atmosfer serta pengujian atmospheric gas test di dua titik, yakni Desa Matang Keupula Sa dan Desa Meunasah Tingkeum.

Hasil pemeriksaan teknis mengonfirmasi adanya kandungan gas metana di sekitar titik pengeboran meunasah dengan konsentrasi mencapai 2–3 persen Lower Explosive Limit (LEL) pada radius 2 hingga 3 meter dari sumur utama.

Gas berbahaya tersebut teridentifikasi keluar secara intermiten atau tidak terus-menerus.

Guna mengantisipasi potensi ledakan maupun kebakaran, Plt Kepala DLH Aceh Timur, Jamaluddin, mengonfirmasi pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengamankan lokasi penemuan.

"Mengingat adanya potensi bahaya kebakaran dari emisi gas mudah terbakar ini, kami langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk memasang garis polisi di area lokasi," tegas Jamaluddin.

(Serambinews.com/Maulidi Alfata)

Baca juga: Semburan Lumpur Panas dari Sumur Bor Hebohkan Warga Meunasah Tingkeum Aceh Timur

Baca juga: Sumur Bor Semburkan Gas dan Api di Aceh Utara, Puluhan Warga Masih Mengungsi

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.