TRIBUNMANADO.CO.ID - KOTAMOBAGU - Polres Kotamobagu akhirnya mengungkapkan dugaan sementara penyebab lakalantas dalam tragedi drag race maut di Kotamobagu.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik mengatakan kegiatan drag race tersebut berlangsung selama empat hari.
Namun pada hari terakhir, tragedi yang memakan sejumlah korban ini terjadi.
"Dari hari pertama kegiatan drag race ini berlangsung dengan aman. Tapi kecelakaannya terjadi di hari terakhir," kata AKBP Abdul Kholik ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Selasa (11/8/2026).
Terkait kronologi kecelakaan tersebut, perwira dua melati ini mengatakan bahwa sang pebalap sudah melewati garis finish.
Bahkan, saat lewat sudah ada aba-aba dari polisi untuk menurunkan kecepatan.
"Dugaan sementara pebalap ini lepas kontrol dan tak bisa mengendalikan mobilnya hingga menabrak penonton," tutur dia.
Mantan Kapolres Kepulauan Sangihe ini menuturkan belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.
Namun pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap panitia penyelenggara hingga IMI Sulut.
"Kalau tersangka sampai hari ini belum ada," ucapnya.
Sedangkan untuk izin kegiatan, dirinya mengatakan mendasari mekanisme yang ada tapi tetap berproses.
"Izinnya kita sesuai mekanisme tapi tetap berproses," tegas dia.
Baca juga: Kisah Nakes di RSU Monompia saat Tangani Pasien dari Tragedi Drag Race di Upai Kotamobagu
Lokasi tabrakan maut mobil drag race, Kelurahan Upai ke wilayah Bilalang - Bolmong, desa asal beberapa korban meninggal, berjarak 7,9 kilometer.
Waktu tempuh 18 menit dengan berkendara lewat Jl. A.P. Mokoginta.
Ke RSUD Kotamobagu, Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, berjarak 7,7 kilometer lewat Jalur Matali - Torosik. Waktu tempuh 16 menit menggunakan kendaraan.
Ke RS GMIBM Monompia, Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, berjarak 2,6 kilometer dengan waktu tempuh 6 menit menggunakan kendaraan lewat Jalan Piere Tendean dan Jalan Kesatria.
Adapun RSUD Kotamobagu dan RS GMIBM Monompia menjadi rumah sakit pertama bagi para korban tragedi drag race di Kelurahan Upai untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: Permintaan Terakhir Ali Jojang ke Kakaknya Sebelum Tewas Tertabrak Mobil Drag Race di Kotamobagu
Berikut update identitas para korban meninggal dan terluka yang diupdate Senin (10/8/2026) pukul 16.00 Wita:
Daftar Korban Meninggal Dunia
Risna Longkun — Perempuan, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Harianti Mokoginta — Perempuan, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Lisma Mokoginta — Perempuan, 38 tahun, Bilalang III, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Ali Ponamon — Laki-laki, 65 tahun, Desa Pontodon, Kota Kotamobagu.
Bio Mokoagow — Perempuan, 74 tahun, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Nilawati Mokodongan — Perempuan, Pontodon Induk, Kota Kotamobagu.
Rugaina Manangin — Perempuan, Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Ali Jojang — Laki-laki, Bilalang 4, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Daftar Korban Luka
Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolaang Mongondow:
Murdani Pobela — Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat).
Muxin Dondo — Pontodon Timur, Kota Kotamobagu (luka berat).
Arhan Mokoginta — Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat).
Rapiska Mokodongan — Genggulang (luka berat).
Enjelia Lito — Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat).
Prasetio Mokodongan — Pontodon, Kota Kotamobagu (luka ringan).
Dirujuk ke RSUD Kandou Manado:
Nur Almira Pobela — Perempuan, Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
Hadi Toisi — Pangian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
Rina Longkun — Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
Baca juga: Korlantas Mabes Polri Periksa Ban hingga Rem Mobil Balap Tragedi Drag Race Maut di Kotamobagu Sulut
(Tribunmanado.co.id/nielton/apin/rizali)