Permintaan Terakhir Ali Jojang ke Kakaknya Sebelum Tewas Tertabrak Mobil Drag Race di Kotamobagu
Chintya Rantung August 11, 2026 06:22 PM

 

SUHU hangat yang menyelimuti Desa Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), tak mampu mengusir kesedihan dari rumah duka almarhum Ali Jojang, Selasa (11/8/2026).

Ali, remaja yang baru duduk di bangku SMK, merupakan satu dari delapan korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Minggu (9/8/2026).

Siang itu, rumah duka dipenuhi keluarga dan sejumlah pelayat. Suasana terasa sunyi. Sesekali, tangisan pecah dari dalam rumah.

Saya bersama wartawan Tribun Manado, Rizali Posumah, menyambangi rumah duka tersebut pada Selasa siang.

Begitu masuk ke dalam rumah, tampak Miranti Jojang, kakak kandung Ali, menangis sesenggukan sembari memeluk sepotong baju seragam sekolah.

"Ini baju seragam Ali," ucap Miranti lirih.

Matanya sembab. Tangis dan kelelahan terlihat jelas di wajahnya setelah kehilangan sang adik.

Kedatangan guru-guru Ali pada Selasa siang sempat menghibur Miranti. Mereka mengenang Ali sebagai sosok anak yang baik dan rajin.

Namun, setelah momen itu berlalu, kesedihan kembali menyelimuti rumah duka.

Di dalam rumah, tempat tidur yang digunakan untuk membaringkan jenazah Ali masih terlihat.

Keberadaannya menjadi salah satu pengingat bahwa beberapa hari sebelumnya, keluarga masih berkumpul bersama Ali.

Miranti kemudian mengenang momen terakhir bersama sang adik.

Pada Minggu siang, ia dan Ali pergi bersama untuk menonton balapan drag race. Sesampainya di lokasi, Ali justru meminta Miranti menjauh dari area lintasan.

"Dia meminta saya untuk menjaga sepeda motor saja," kenang Miranti.

Permintaan sederhana itu menjadi salah satu kenangan terakhir Miranti bersama adiknya.

Saat mobil balap kehilangan kendali dan menabrak kerumunan penonton, Ali turut menjadi korban.

Miranti menyaksikan langsung tubuh adiknya yang terluka dievakuasi menggunakan mobil Brimob.

Peristiwa itu meninggalkan trauma mendalam bagi Miranti.

Kehilangan Ali menjadi pukulan berat bagi keluarga. Ia merupakan satu-satunya anak laki-laki dari lima bersaudara sekaligus anak bungsu dalam keluarga.

"Saya anak keempat. Hubungan kami berdua sangat dekat. Ali sering membantu dan selalu bisa menghibur hati saya," tutur Miranti dengan suara bergetar.

Kesedihan serupa dirasakan sang ayah, Nurdin Jojang. Kepergian Ali membuat rumah yang biasa ditempatinya bersama sang anak dan Miranti terasa berbeda.

"Hati saya remuk. Biasanya hanya Ali dan Miranti yang menemani dan menjaga saya di rumah, karena kakak-kakaknya yang lain sudah menikah," ungkap Nurdin.

Menurut Nurdin, Ali merupakan anak yang rajin dan penurut. Ia mengatakan seluruh keluarga sangat menyayangi Ali.

"Saya, ibunya dan kakak-kakaknya sangat menyayanginya," kata Nurdin.

Nurdin mengatakan Ali memiliki keinginan besar untuk membanggakan orang tua dan kakak-kakaknya. Karena itu, Ali terus bersekolah dan belajar dengan giat.

Namun, keinginan tersebut harus terhenti setelah kecelakaan maut itu merenggut nyawanya.

"Baru dua bulan di SMK dan peristiwa ini terjadi," kata Nurdin sambil meneteskan air mata.

Berikut update identitas 8 korban meninggal:

1.Risna Longkun: Perempuan, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow

2. Harianti Mokoginta: Perempuan, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow

3. Lisma Mokoginta: Perempuan, 38 tahun, Bilalang III, Kabupaten Bolaang Mongondow

4. Ali Ponamon: Laki-laki, 65 tahun, Desa Pontodon, Kota Kotamobagu

5. Bio Mokoagow: Perempuan, 74 tahun, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow

6. Nilawati Mokodongan: Perempuan, Pontodon Induk, Kota Kotamobagu

7. Rugaina Manangin: Perempuan, Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow

8. Ali Jojang: Laki-laki, Bilalang 4, Kabupaten Bolaang Mongondow

Korban Luka

Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolaang Mongondow:

1.Murdani Pobela : Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

2.Muxin Dondo : Pontodon Timur, Kota Kotamobagu (luka berat)

3.Arhan Mokoginta : Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

4.Rapiska Mokodongan : Genggulang (luka berat)

5.Enjelia Lito : Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

6.Prasetio Mokodongan : Pontodon, Kota Kotamobagu (luka ringan)

Dirujuk ke RSUD Kandou Manado:

1.Nur Almira Pobela : Perempuan, Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

2.Hadi Toisi : Pangian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

3.Rina Longkun : Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

Kronologi Kejadian

Insiden maut tersebut terjadi pada drag bike yang berlangsung di Kelurahan Ipai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.

Berjarak sekitar 184 km dari Kota Manado, ibu kota Sulawesi Utara. 

Kejadian Minggu 9 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. 

Turnamen ini tercatat diikuti 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.

Sementara mobil yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui adalah pebalap dari tim Pangeran 05 McJoe bernama Tian Ngantung.

Ia turun di kelas Free For All (FFA) menggunakan mobil Honda Jazz.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Tian awalnya melaju seperti biasa dalam lintasan balap. 

Tidak terlihat adanya kendala saat mobil melaju menuju garis finis.

Namun, setelah melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar 100 meter, mobil tersebut mengalami crash dan kemudian menabrak sejumlah penonton yang berdiri di sisi arena.

Benturan tersebut menyebabkan sejumlah penonton menjadi korban.

Pasca-insiden, pelaksanaan drag race di lokasi tersebut dihentikan. 

Para korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

Polisi juga sudah mengamankan mobil jenis Honda Jazz yang terlibat tragedi drag race. 

Mobil milik tim Pangeran 05 McJoe yang dikendarai Tian Ngantung itu kini berada di Mapolres Kota Kotamobagu.

Ketua panitia drag race Lucky Sugeha sempat terlihat mendatangi para korban di RS. 

Lucky Sugeha menegaskan siap bertanggungjawab atas musibah itu. 

Ia juga akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban di rumah sakit.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.