AHY Ungkap Keluhan Investor: Jangan Dikerjain dan Dipingpong
Winda Nelfira August 11, 2026 06:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta pemerintah tidak mempersulit investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian hukum dan birokrasi yang sederhana.

Hal itu disampaikan AHY saat menghadiri Jakarta Asset Forum and Expo (JAFEX) 2026 di St Regis, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

AHY mengatakan investor, termasuk perusahaan multinasional, membutuhkan kejelasan, kepastian, proyek yang kredibel, serta keyakinan pemerintah mampu menjalankan komitmen yang telah dibuat.

“Kami memahami apa yang dibutuhkan investor, selalu meminta kejelasan (clarity), meminta kepastian (certainty), meminta juga proyek yang kredibel, serta confidence, keyakinan bahwa pemerintah bisa menjalankan apa yang dijanjikannya, apa yang telah direncanakannya,” kata AHY.

Ia juga menyoroti pelayanan birokrasi yang tidak boleh berbelit-belit. Pemerintah diminta memberikan kepastian tanpa membuat investor harus berpindah-pindah dari satu instansi ke instansi lainnya.

“Yang mereka inginkan kepastian hukum. Yang mereka inginkan jangan dikerjain, jangan dipingpong, jangan dibikin susah,” ujarnya.

Menurut AHY, perbaikan birokrasi menjadi pekerjaan bersama pemerintah pusat dan daerah. Pelayanan yang responsif dan adaptif dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang menarik.

Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mengoptimalkan aset daerah sebagai sumber pembiayaan dan penggerak ekonomi. Menurut AHY, aset pemerintah harus dikembangkan menjadi proyek yang layak dan menarik bagi investor.

 

Pemerintah Siapkan Pipeline

Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan pipeline proyek yang kuat, meningkatkan kelayakan proyek, serta memastikan kemitraan dengan investor berjalan adil, transparan, dan berkelanjutan.

“Karena itu mari kita buat aset-aset daerah semakin terlihat potensinya, menyiapkan pipeline proyek yang kuat, meningkatkan kelayakan proyek, serta membangun pola kemitraan yang fair, yang transparan, dan juga sustainable,” katanya.

AHY berharap JAFEX tidak berhenti sebagai forum diskusi dan promosi aset, tetapi berujung pada proyek dan investasi yang benar-benar terealisasi.

“Saya berharap forum ini tidak berhenti dalam diskusi atau presentasi. Yang kita inginkan adalah mengidentifikasi aset, kemudian menyiapkan proyek, lalu membentuk kemitraan, dan pada akhirnya merealisasikan investasi yang bermakna,” ujar AHY.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.