Pemkot Kediri Perkuat Pelaporan Stunting 2026, Targetkan Data Intervensi Terpenuhi 100 Persen
faridmukarrom August 11, 2026 07:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat kualitas dan validitas data sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Langkah tersebut dilakukan melalui pendampingan teknis bagi operator pelaporan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Semester I Tahun 2026.

Kegiatan Evaluasi dan Teknis Pelaporan Aksi Konvergensi PPPS digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (11-12/8/2026), di Ruang Rapat Bappeda Kota Kediri. Agenda ini bertujuan memastikan seluruh proses pelaporan berjalan sesuai ketentuan serta data intervensi stunting dapat dihimpun secara lengkap dan akurat.

Dalam kegiatan tersebut, para operator mendapatkan pendampingan terkait pengisian Sistem Aplikasi dan Aksi Konvergensi Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri melalui laman resmi konvergensi.bangda.kemendagri.go.id. Data yang dihimpun nantinya menjadi dasar untuk memantau perkembangan pelaksanaan program penanganan stunting di Kota Kediri.

Kepala Bappeda Kota Kediri Ferry Djatmiko mengatakan kelengkapan data menjadi faktor penting dalam mengevaluasi keberhasilan program penurunan stunting. Karena itu, koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus diperkuat.

Baca juga: Bupati Kediri Minta Pelajar Jauhi Bullying dan Pergaulan Bebas Saat LBB Tingkat SMA 2026

"Kami selalu mengadakan rapat koordinasi untuk pengisian Aksi Bangda. Kelengkapan data tersebut penting untuk melihat perkembangan prevalensi stunting di Kota Kediri secara berkala," kata Ferry, Selasa (11/8/2026).

Menurut Ferry, pengumpulan data stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Bappeda. Data berasal dari berbagai unsur pelaksana di lapangan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, puskesmas, hingga kader Penyuluh Keluarga Berencana.

Ia menjelaskan, Bappeda berperan mengawal dan mengontrol data yang dikumpulkan dari berbagai sektor agar mampu menggambarkan kondisi riil dan capaian intervensi stunting secara lebih akurat.

Untuk mendukung kelancaran proses penginputan data, Bappeda Kota Kediri menghadirkan tim pendamping ahli dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Tim tersebut memberikan pendampingan langsung kepada operator, termasuk membantu menyelesaikan berbagai kendala teknis yang muncul selama proses pengisian data pada sistem pelaporan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaporan sehingga seluruh data yang masuk dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat dalam penanganan stunting.

Selain memperkuat sistem pelaporan dan koordinasi, Pemerintah Kota Kediri juga terus mengembangkan berbagai inovasi untuk mendukung percepatan penurunan stunting.

Salah satu inovasi yang telah dilakukan adalah menghadirkan dokter spesialis anak di setiap puskesmas di Kota Kediri guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.

"Selain penguatan koordinasi dan pelaporan, kami juga terus mengembangkan berbagai inovasi dalam mendukung upaya penurunan stunting," ungkap Ferry.

Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap capaian Kota Kediri dalam penanganan stunting. Berdasarkan hasil evaluasi, Kota Kediri berhasil meraih peringkat terbaik kedua dalam upaya penurunan stunting.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Bappeda Kota Kediri menargetkan seluruh data capaian intervensi stunting dapat terpenuhi secara lengkap dan akurat.

Data tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan administrasi, tetapi juga menjadi dasar evaluasi dalam menyusun strategi penanganan stunting yang lebih efektif ke depan.

"Melalui pendampingan ini, semoga seluruh data capaian intervensi stunting dapat terpenuhi 100 persen, sehingga dapat mendukung laporan penurunan stunting dan membantu kita terus menekan angka prevalensi stunting, baik di bawah target nasional maupun provinsi," pungkasnya.

(Lutfi Husnika/tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.