Bangga! Siswa MAN IC Serpong Raih Medali di Olimpiade Nuklir Internasional 2026
GH News August 11, 2026 08:09 PM
Jakarta -

Salah seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong (IC) Serpong yakni Faris Chariansyah berhasil menorehkan prestasi sekaligus kabar membanggakan bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai perwakilan Indonesia dalam International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026, ia berhasil membawa pulang medali perunggu dari ajang bergengsi tersebut. Selama sepekan 2-9 Agustus 2026, ia mengikuti kompetisi di Jeddah, Arab Saudi.

Prestasi ini bukan sekadar angka atau medali, melainkan telah menunjukkan bahwa siswa madrasah pun mampu bersinar di kancah dunia. Faris sendiri menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang berkompetisi dengan peserta dari 19 negara.

Perjuangan Faris Meraih Medali

Keberhasilan Faris merupakan buah dari proses perjuangannya yang panjang. Ia terbang ke Jeddah dengan segenggam harapan dan keyakinan.

Perjuangan Faris juga tidak dimulai saat dirinya terpilih sebagai delegasi perwakilan Indonesia. Usaha Faris sudah ia lakukan jauh sebelum itu.

Sebelumnya, ia telah berlaga di Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 di bidang Fisika Terintegrasi. Kemudian mengikuti seleksi ketat di Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika dan Kimia.

Hingga akhirnya Faris terpilih sebagai perwakilan Merah Putih. Ia maju bersama kawannya yakni Hilmy Lazuardhy Nurramadhan.

Jadi Kebanggan MAN IC Serpong

Ajang olimpiade di bidang nuklir ini cukup bergengsi terlebih bagi seorang murid sekolah menengah atas. Kepala MAN IC Serpong, Hilal Najmi, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian Faris.

Ia yakin keberhasilan Faris adalah bukti dari kerja keras siswanya tersebut. Ditambah juga dengan pelatihan dan pembinaan yang diberikan oleh madrasah.

"Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan untuk bersaing dalam bidang sains di tingkat internasional. Kami tentu sangat mengapresiasi capaian Faris dan seluruh proses yang sudah dilaluinya," ujar Hilal dikutip dari laman Kemenag, Selasa (11/8/2026).

Keberhasilan Faris menurut Hilal menjadi contoh dari misi madrasahnya yang tercapai. Ia mengatakan bahwa madrasah adalah tempat bagi siswa untuk mengeksplorasi minat mereka.

Bakat tersebut bisa berupa apapun mulai dari kemampuan berpikir kritis hingga pemahaman mendalam tentang sains, salah satunya teknologi nuklir yang digeluti Faris.

"Bagi kami, kompetisi adalah salah satu bagian dari proses pendidikan. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak memiliki rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk mendalami bidang yang mereka minati," kata Hilal.

Hilal juga turut mengapresiasi Hilmy walaupun belum memperoleh medali. Namun, ia tetap sudah berusaha berjuang jadi yang terbaik mewakili Indonesia.

"Kami tetap bangga dengan perjuangan Hilmy. Pengalaman dan proses yang dijalani di ajang internasional ini merupakan pencapaian tersendiri. Jangan berhenti berproses karena masih banyak kesempatan untuk meraih prestasi di masa depan," tutup Hilal.

Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.