Identitas Siswi SMA yang Tewas Tertemper KRL di Tangsel, Kapolres Beri Keterangan
Noval Andriansyah August 11, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Tangerang Selatan - Identitas siswi SMA yang tewas tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, kini tengah berada dalam penanganan intensif jajaran Polres Metro Tangerang Selatan.

Baca juga: Unggahan TikTok Siswi SMA yang Tewas Tertemper KRL di Tangsel Jadi Sorotan

Aparat kepolisian langsung melakukan serangkaian prosedur identifikasi, seusai insiden tragis yang menimpa pelajar berseragam sekolah tersebut pada Senin (10/8/2026) sore.

Penyidik telah menerjunkan tim ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencocokkan identitas fisik korban dengan keterangan pihak keluarga yang sudah dipanggil.

Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyampaikan, pihaknya masih menghimpun data otentik serta kronologi utuh penyebab keberadaan korban di jalur kereta.

Informasi awal mengenai motif maupun dugaan unsur kesengajaan dalam peristiwa yang terjadi pukul 16.45 WIB ini belum dipastikan oleh kepolisian.

Proses Identifikasi dan Keterangan Kapolres

Jasad siswi berseragam sekolah tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) guna kepentingan pemeriksaan medis lanjutan dan pemulasaraan.

Aparat bergerak mengecek seluruh sudut lokasi kejadian sembari menggali keterangan dari para saksi mata di sekitar perlintasan rel.

"Identifikasi, identitas, lagi ngecek TKP segala macam juga. Tadi kalau enggak salah mayat sudah dibawa ke RSUD. Ada juga pihak keluarga," ungkap Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, Senin (10/8/2026), dilansir TribunJakarta.com.

Kesaksian Penumpang di Lokasi

Di sisi lain, saksi penumpang di lokasi bernama Asya mengungkapkan, dugaan awal korban terserempet saat mencoba menaiki gerbong KRL yang belum sepenuhnya berhenti.

"Adiknya (korban) mau naik kereta, tapi keretanya belum berhenti, jadi adiknya terserempet jatuh," kata Asya, Senin (10/8/2026).

Asya bersama penumpang lainnya mencoba menolong korban yang terjatuh ke kolong KRL. 

Namun, petugas melarangnya menunggu pihak yang berwajib. 

Saat itu, menurut Asya, kondisi korban terlihat masih bernyawa.

"Masih gerak-gerak, masih bernyawa. Mau dievakuasi, ditahan petugas," sebut Asya.

Penumpang lainnya, Iwan juga mengaku, berniat turun ke bawah KRL untuk mengevakuasi korban.  

Tetapi, Iwan juga ditahan petugas. Ia hanya melihat korban mengenakan seragam sekolah.

"Badan korban melintang," tandas Iwan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.