Update Gunung Merapi Selasa Petang: Puluhan Kali Gempa Guguran dan Vulkanik
Yoseph Hary W August 11, 2026 08:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi di perbatasan Sleman DI Yogyakarta, Magelang, Boyolali, Klaten Jawa Tengah, kembali mengalami puluhan kali gempa guguran dan vulkanik pada rentang pengamatan pukul 12.00 - 18.00, Selasa (11/8/2026). 

Berdasarkan hasil pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, telah terjadi 28 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-13 mm dan lama gempa 32.41-172.78 detik.

Selain itu juga tercatat 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-36 mm, S-P 0.3-0.4 detik dan lama gempa 16.5-51.77 detik.

Gempa vulkanik tercatat 4 kali dengan amplitudo 6-52 mm, dan lama gempa 14.01-18.46 detik.

Gunung yang memiliki memiliki ketinggian 2968 mdpl  itu sampai saat ini dalam status level III (Siaga). 

Hasil pengamatan visual, Gunung Merapi pada Selasan siang hingga sore tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah utara.

Dalam keterangannya, otoritas terkait menyatakan visual Gunung Merapi dominan berkabut.

Adapun secara Klimatologi, kondisi cuaca terpantau berawan hingga mendung, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 18.1-21.5°C. Kelembaban 78.6-91.9 persen. Tekanan udara 873.3-917.2 mmHg.

Rekomendasi

Berikut rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berkaitan dengan kondisi Gunung Merapi:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran [ APG] terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.