...Kita fokus pemadaman dan kita fokus mencegah penyebab dari kemungkinan kejadian berikutnya
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengintensifkan pemadaman dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo, guna meminimalisir risiko munculnya titik api baru selama status siaga darurat berlangsung.
“Kita fokus pemadaman dan kita fokus mencegah penyebab dari kemungkinan kejadian berikutnya. Maka perimeter Bromo dibatasi dan pengawasan diperketat,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Selasa.
Emil menjelaskan pengawasan lapangan diperkuat setelah rapat yang dipimpin Menteri Kehutanan menetapkan status siaga darurat di kawasan Bromo. Kepala Biro Operasi ditugaskan memastikan langkah pengawasan berjalan terpadu.
Menurut dia, status siaga darurat menjadi dasar peningkatan penindakan hukum apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Ia menambahkan penyebab munculnya titik api di sejumlah lokasi, seperti Dingklik dan Penanjakan, masih bervariasi dan belum tentu seluruhnya akibat aktivitas manusia.
“Secara ilmiah, angin dapat membawa material api ke lokasi lain sehingga kebakaran bisa menyebar meskipun titik awalnya berbeda,” ujarnya.
Pemprov Jawa Timur juga terus mengerahkan sarana pemadaman udara. Tiga helikopter kembali dioperasikan untuk memadamkan api di kawasan P30 setelah satu unit sebelumnya menjalani perawatan.
Selain pemadaman udara, penanganan manual dilakukan di wilayah Dingklik yang sempat kembali membara pada malam hari. Komandan Resor Militer terus melakukan koordinasi lapangan sebagai Incident Commander.
Terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Emil mengatakan langkah tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Jawa Timur menjadi salah satu prioritas pelaksanaan OMC pada musim kering El Nino yang kuat hingga sangat kuat,” katanya.
Ia menambahkan luas area terdampak karhutla di Bromo bertambah menjadi sekitar 800 hektare dari sebelumnya sekitar 580 hektare, meski tren kebakaran mulai menunjukkan penurunan.
Namun, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah karena asap masih terlihat di beberapa lokasi dan potensi kebakaran ulang tetap ada.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Kepala Pelaksana BPBD dan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memperkuat penanganan lapangan.





