Antisipasi Kemarau Panjang Akibat El Nino, Pemkot Yogya Terbitkan SE Kesiapsiagaan Kekeringan
Yoseph Hary W August 11, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota Yogyakarta menerbitkan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Nomor 100.3.4/2131 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Kekeringan di Wilayah Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/26).

​Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dari biasanya akibat fenomena El Nino.

​Analis Kebijakan Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Iswari Mahendrarko, mengungkapkan bahwa secara historis Wilayah Kota Yogyakarta sebenarnya belum pernah menetapkan status tanggap darurat untuk bencana kekeringan.

Waspada

​Kendati demikian, terhambatnya kedatangan musim hujan menuntut kewaspadaan dini dari seluruh lapisan masyarakat dan instansi pemerintah.

​"Memang kalau dalam sejarahnya Kota Yogyakarta itu belum pernah ada kejadian status tanggap darurat bencana kekeringan. Namun, berdasarkan prediksi BMKG, kedatangan musim hujan agak terlambat karena pengaruh fenomena El Nino, sehingga kemarau tahun 2026 diprakirakan lebih panjang," ujarnya, Selasa (11/8/26).

​Iswari menjelaskan, edaran tersebut ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), relawan Kampung Tangguh Bencana (KTB), hingga jajaran Ketua RT/RW se-Kota Yogyakarta.

Ancaman kemarau: kebakaran, kekeringan, gangguan kesehatan

​Pihaknya menekankan, ancaman musim kemarau panjang tak sekadar berkisar pada penurunan ketersediaan air bersih, namun juga potensi bahaya kebakaran dan gangguan kesehatan masyarakat.

​"Dampak kemarau ini fenomena suhunya khas, siang panas dan malam dingin atau bediding. Kondisi ini meningkatkan potensi kebakaran lahan maupun permukiman. Jadi dalam SE tersebut kami mengimbau kewaspadaan tidak hanya pada kekeringan air, tetapi juga potensi kebakaran," terangnya.

"Maka, masyarakat juga kami imbau menjaga kondisi kesehatan, mencukupi konsumsi air putih, dan jika beraktivitas di luar rumah pada malam hari agar memakai pakaian hangat untuk mengantisipasi suhu dingin," tambah Iswari. 

​Dalam edaran tersebut, Pemkot Yogyakarta menginstruksikan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan penghematan penggunaan air secara bijaksana, baik di lingkungan rumah tangga, perkantoran, fasilitas umum, maupun tempat usaha.

Pencegahan

​Selain itu, BPBD bersama lintas sektoral terus mematangkan langkah pencegahan dan edukasi kesiapsiagaan melalui penguatan peran KTB di setiap wilayah.

​Terkait kondisi geografis dan pasokan air warga, Iswari menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya sumur warga yang mengering total atau asat.

Di samping itu, permintaan bantuan dropping air bersih dari masyarakat melalui masing-masing kemantren juga diakuinya masih nihil hingga kini.

​"Sampai hari ini kami cek ke rekan-rekan di kemantren belum ada laporan kekeringan atau permintaan bantuan dropping air. Penurunan permukaan air sungai dan sumur memang teridentifikasi ada dampak dari kemarau ini, namun belum ada yang sampai kering sama sekali," paparnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.