Benteng Anoi Itam, Jejak Perang yang Jadi Daya Tarik Wisata Sabang
Faisal Zamzami August 11, 2026 08:37 PM

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Hamparan laut lepas dan peninggalan pertahanan Jepang menjadi daya tarik yang membuat wisatawan berkunjung ke Benteng Anoi Itam, Kota Sabang.

Di kawasan ini, pengunjung dapat menikmati panorama pesisir sekaligus melihat langsung jejak sejarah masa pendudukan Jepang di Pulau Weh.

Benteng Anoi Itam dibangun oleh tentara pendudukan Jepang sekitar 1942 hingga 1945.

Pembangunan benteng tersebut dilakukan pada masa Perang Dunia II sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan militer di kawasan Pulau Weh.

Keberadaan benteng ini tidak terlepas dari posisi Sabang yang strategis di jalur pelayaran Selat Malaka dan Samudra Hindia. Posisi tersebut menjadikan Pulau Weh sebagai kawasan penting dalam pertahanan militer pada masa itu.

Kini, peninggalan tersebut menjadi bagian dari destinasi wisata sejarah di Sabang.

Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat bangunan benteng, tetapi juga menikmati panorama laut dari kawasan perbukitan Anoi Itam.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Anoi Itam, Suhaimi alias Opung, mengatakan perpaduan antara nilai sejarah dan panorama alam menjadi kekuatan utama kawasan tersebut.

"Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam sekaligus melihat peninggalan sejarah. Jadi, bukan hanya datang untuk bersantai, tetapi juga bisa mengetahui cerita tentang benteng ini," kata Suhaimi saat ditemui, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: Hamparan Pasir Hitam Pantai Anoi Itam Tarik Wisatawan ke Pulau Weh

Menurut Suhaimi, jumlah wisatawan biasanya meningkat saat musim liburan.

Pada libur Idulfitri 2026, kunjungan ke kawasan Benteng dan Pantai Anoi Itam mencapai sekitar 200 hingga 400 orang per hari.

Para pengunjung berasal dari berbagai daerah, termasuk wisatawan dari luar Aceh.

Aktivitas wisata tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Warga memanfaatkan ramainya kunjungan wisatawan dengan membuka usaha makanan dan minuman, menyediakan tempat bersantai, serta terlibat dalam berbagai jasa pendukung kegiatan wisata.

Salah seorang wisatawan, Nur Aklima, mengatakan Benteng Anoi Itam menawarkan pengalaman berbeda karena pengunjung dapat menikmati pemandangan alam sekaligus mengenal sejarah.

“Benteng ini menarik karena kita bisa menikmati pemandangan laut sekaligus melihat peninggalan sejarah. Namun, akan lebih bagus jika informasi tentang sejarah benteng diperbanyak, sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga mengetahui cerita di balik tempat ini,” katanya.

Peninggalan pertahanan Jepang di kawasan Anoi Itam, Kota Sabang, 2
ANOI ITAM - Peninggalan pertahanan Jepang di kawasan Anoi Itam, Kota Sabang, menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah yang berpadu dengan panorama laut. Kawasan ini menawarkan pengalaman bagi wisatawan untuk menikmati keindahan pesisir sekaligus mengenal jejak sejarah masa pendudukan Jepang di Pulau Weh.

 

Baca juga: Pantai Anoi Itam, Pesona Pasir Hitam yang Eksotis di Ujung Barat Indonesia

Meski mulai ramai dikunjungi wisatawan, pengembangan Benteng Anoi Itam masih dapat diperkuat, terutama dari sisi penyediaan informasi sejarah.

Papan informasi mengenai sejarah dan fungsi benteng, serta keberadaan pemandu lokal, dinilai penting agar wisatawan tidak sekadar datang untuk berfoto, tetapi juga memahami nilai sejarah yang terdapat di kawasan tersebut.

Suhaimi berharap pengembangan kawasan wisata Benteng Anoi Itam tetap melibatkan masyarakat dan memperhatikan kelestarian peninggalan sejarah.

"Harapannya kawasan ini semakin dikenal, tetapi sejarah dan peninggalannya tetap dijaga," ujarnya.

Dengan perpaduan nilai sejarah, panorama laut, dan aktivitas ekonomi masyarakat, Benteng Anoi Itam memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Sabang.

Kawasan ini tidak hanya menawarkan tempat untuk menikmati keindahan Pulau Weh, tetapi juga menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal jejak sejarah masa lalu Sabang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.