BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lipatan rapi kacu merah putih melingkar di leher. Baret cokelat terpasang gagah di atas kepala. Tubuhnya yang tegap terlihat semakin berwibawa meski dibalut jaket.
Dialah Mailan Dimayansyah, pemuda 19 tahun asal Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.
Di balik sosoknya yang sederhana, tersimpan pengalaman yang tidak semua remaja seusianya miliki. Kegigihannya mengikuti gerakan Pramuka telah membawanya hingga ke Korea Selatan untuk mengikuti Jambore Dunia ke-25 pada 2023.
Kecintaannya terhadap Pramuka sudah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sejak saat itu, Mailan aktif mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan dan terus menjalaninya hingga memasuki jenjang pendidikan tinggi.
Diakuinya, ketertarikan dalam gerakan pramuka bermula dari mengikuti jejak orangtuanya. Selain itu, dirinya sendiri pun merasa bahwa itu adalah minatnya karena mengaku dapat banyak pengalaman selama mengikuti pramuka.
“Sekarang saya sudah kuliah dan masih aktif di Pramuka, saya juga pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Bangka Barat,” kata Mailan saat diwawancarai Bangkapos.com, Selasa (11/8/2026).
Pria yang kini berkuliah pada jurusan Bisnis Digital di Politeknik Manufaktur (Polman) Bangka Belitung itu bahkan saat ini dipercaya menjadi salah satu tim peninjau untuk Kontingen Bangka Barat yang sedang berangkat menuju Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta.
Kepercayaan itu tentu tidak datang tiba-tiba, Mailan memang sudah berpengalaman mengikuti Jambore. Bahkan, kegiatan Jambore itulah yang membawa Mailan mampu menjajaki negeri ginseng, Korea Selatan.
Pengalaman itu terjadi pada Agustus tahun 2023 lalu waktu dirinya masih duduk di kelas XI SMA. Mailan terpilih menjadi salah satu kontingen perwakilan Indonesia untuk mengikuti Jambore Dunia ke-25 di Korea Selatan, tepatnya di kawasan Saemangeum.
“Awalnya itu saya ikut Jambore Daerah dulu di Balun Ijuk. Setelah itu ikut Jambore Nasional, dari situ kemudian saya ikut seleksi Jambore Dunia dan Alhamdulillah terpilih,” ucap pria yang merupakan alumni SMAN 1 Jebus ini.
Saat itu, dirinya merupakan satu diantaran 1.500 orang kontingen dari Indonesia yang berangkat ke Korea Selatan. Dari Provinsi Bangka Belitung, dirinya berangkat bersama seorang rekan perempuan bernama Xena Agestia.
“Kami mengikuti Jambore Dunia itu selama 14 hari, 10 hari berkegiatan, 4 hari jalan-jalan sama kontingen Indonesia,” ungkapnya.
Mailan menyebut, mengikuti Jambore tingkat dunia tersebut merupakan suatu kebanggan dan hal yang luar biasa karena menurutnya pengalaman itu tidak bisa didapatkan semua orang.
“Saya sendiri juga waktu itu baru pertama kali naik pesawat, baru pertama kali ke luar negeri dan dapat berkumpul dengan teman-teman dari seluruh dunia,” ucapnya.
Kini, kisah dan pengalaman berharga itulah yang dia tularkan kepada adik-adik di Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bangka Barat.
Kisahnya menjadi inspirasi bagi juniornya supaya mampu menembus Jambore Dunia yang terdekat bakal di selenggarakan di Polandia tahun 2027 nanti.
“Saya berpesan kepada adik-adik supaya tetap semangat. Jangan malas dan hanya semangat ikut pramuka ketika ada kemah. Semua orang punya kesempatan, yakinlah bahwa kalian memiliki kesempatan tersebut,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)