TRIBUNNEWS.COM - Ada yang lebih berharga dari sekadar hasil pertandingan bagi Chelsea dalam tur pramusim panas 2026. Ribuan mil dijejaki oleh tim asuhan Xabi Alonso, termasuk Indonesia demi pembentukan fondasi tim untuk mengarungi musim baru.
Chelsea menutup rangkaian tur pramusim di Malaysia, setelah Indonesia, Hong Kong, dan Sydney Australia sebagai destinasi pertama.
Perjalanan yang berlangsung lebih dari dua minggu ini dinikmati oleh semua anggota tim, tak terkecuali sejumlah pemain baru yang bergabung di tengah tur.
Waktu berharga yang dimiliki Chelsea dihabiskan secara bersama dalam berbagai suasana yang baik untuk meningkatkan dan mempererat hubungan antarpemain di luar lapangan.
Sorotan paling utama tertuju kepada Cole Palmer. Di Hong Kong, ada satu kejadian yang menjadi viral di media sosial, Cole berpose untuk foto bersama dengan sekelompok penggemar, dia kemudian menepuk bahu salah satu penggemar di barisan depan agar penggemar tersebut melihat ke arah yang salah berfoto.
Lalu kejadian Cole ketika mengetuk-ngetuk jendela bus untuk menarik perhatian penggemar agar lebih banyak kebisingan yang mereka timbulkan.
Situasi ini dinilai sebagai pertanda positif tentang kondisi mental Cole Palmer pada musim keempatnya bersama Chelsea, menurut The Athletic.
Mantan pemain Man City itu telah menjalani musim yang sulit setelah cedera, dan terdepak dari tim utama, serta hanya bermain sebagai pemain pengganti.
Hadirnya Xabi dan di awali dengan tur pramusim ini membuat suasanya menjadi berubah.
Xabi sendiri menjalankan tugas pertamanya dengan berbagai macam cara agar menimbulkan suasana ruang ganti kondusif, membangun chemistry, hingga kedekatan dengan pemainnya guna menerapkan strategi yang dia inginkan di kompetisi mendatang.
Pelatih yang membawa Leverkusen juara Bundesliga tanpa terkalahkan tersebut sudah menetapkan standar tinggi sejak awal kepalatihannya.
"Idenya adalah agar semua orang dapat melihat betapa kerasnya para pelatih bekerja, sehingga mereka akan mengikuti jejak mereka," tulis The Athletic.
Contohnya setelah sesi latihan atau pertandingan, Alonso di dalam bus tim terlihat sambil mempelajari cuplikan pertandingan, dan mempersiapkan sesi latihan berikutnya.
Perhatiannya terhadap detail dan fokus terlihat jelas. Saat berbicara dengan individu pemain, kontak mata selalu dijaga yang memberikan pesan bahwa dia tidak hanya berbicara dengan mereka begitu saja.
Termasuk dengan perencanaan pemain muda yang diikutsertakan Alonso dalam tur ini. Pelatih asal Spanyol itu memberikan kesempatan kepada setiap pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka.
1. Manajemen Xabi Alonso
Sebagai pelatih baru, Alonso menunjukkan kepemimpinan yang sangat disiplin—menganalisis cuplikan pertandingan di laptop langsung di dalam bus tim serta aktif mengontrol bola dalam sesi latihan.
2. Atmosfer Tim
Cole Palmer tampil dengan kondisi mental dan fisik yang sangat positif setelah menikmati liburan musim panas penuh. Pemain senior baru (seperti Jordan Henderson dan Danny Welbeck) serta pemain muda akademi (seperti Reggie Watson dan Mahdi Nicoll-Jazuli) berhasil terintegrasi dengan baik.
3. Fokus Utama
Manajemen tidak mengkhawatirkan hasil kekalahan di laga persahabatan, karena prioritas utama tur ini adalah peningkatan kebugaran, rotasi skuad, serta pembentukan fondasi tim untuk musim baru.
(Tribunnews.com/Sina)