TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Insiden kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sleman. Kali ini, area makam Mojoloyo di Sumber Kidul, Kalurahan Kalitirto, Berbah, menjadi sasaran amukan si jago merah pada Selasa (11/8/2026) siang.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan kebakaran lahan terjadi sekira pukul 12.45 WIB. Berdasarkan informasi dari warga, api diduga bermula dari aktivitas pembakaran lahan tebu. Kondisi cuaca yang terik disertai angin kencang membuat api dengan cepat merembet ke arah selatan hingga menyasar lereng sisi utara komplek makam Mojoloyo.
"Api berhasil terkondisi oleh warga melalui pemadaman mandiri dengan metode pemutusan jalur api," ujar Bambang.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, lahan Tanah Kas Desa (TKD) milik Kalurahan Kalitirto seluas kurang lebih 2.000 meter persegi hangus terbakar. Penanganan di lokasi melibatkan warga setempat, relawan RCK, dan tim Damkar Sleman.
Kejadian di Berbah ini menambah panjang daftar insiden kebakaran di Kabupaten Sleman. Berdasarkan catatan BPBD Sleman, sepanjang periode Juni hingga Juli 2026, telah terjadi 23 kasus kebakaran. Dari jumlah tersebut, 15 kejadian didominasi oleh kebakaran rumah, sementara 6 lainnya adalah kebakaran lahan, serta sisanya adalah kebakaran tempat usaha dan kandang.
Terkait penyebab, korsleting listrik masih menjadi faktor utama dengan 14 kejadian.Namun, yang cukup menjadi perhatian adalah kebakaran lahan yang mayoritas dipicu oleh aktivitas manusia. Tercatat ada 5 kejadian kebakaran lahan akibat pembakaran sampah atau rumput yang tidak terkendali, serta 4 kejadian lainnya yang dipicu oleh kelalaian manusia seperti lupa mematikan kompor, penggunaan lilin yang tidak aman, hingga membuang puntung rokok sembarangan.
Menyikapi trend ini, Bambang memberikan imbauan kepada masyarakat. Ia meminta warga untuk tidak lagi membakar sampah atau lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca terik dan berangin saat ini.
"Ada beberapa pesan kepada masyarakat di kemarau ini. Hemat air. Jangan membakar sampah ataupun lahan sembarangan. Jangan buang putung rokok di sembarang tempat, nanti bisa memicu terjadinya kebakaran," kata dia.
Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan, edukasi dan penanganan untuk menghadapi kejadian kebakaran lahan dan hutan di Bumi Sembada. Bahkan, pada Selasa (11/8) pagi, Pemkab Sleman telah menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran lahan dan hutan di lapangan Pemda Sleman yang diikuti lintas instansi.(*)