Penghuni Kos di Tanjung Duren Jakbar Terganggu Suara Musik Peringatan HUT RI, Camat Buka Suara
Jaisy Rahman Tohir August 12, 2026 12:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Acara panggung musik yang digelar organisasi masyarakat (ormas) di kawasan Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, berujung cekcok pada Minggu (9/8/2026) malam.

Seorang wanita penghuni kos di sekitar lokasi merasa terganggu akibat dentuman musik dangdut yang disetel kencang hingga larut malam.

Adapun acara tersebut dalam rangka peringatan HUT Ke-81 RI.

Dalam video yang beredar di media sosial, wanita tersebut mendatangi lokasi acara di sebuah taman pemukiman untuk memberikan teguran.

Namun bukannya direspons baik, wanita yang merekam kejadian tersebut justru mendapat perlakuan dan intimidasi verbal dari oknum warga di lokasi.

"Pindah!! Jangan kos di sini," teriak salah satu warga di lokasi acara kepada wanita tersebut.

Duduk Perkara

Menanggapi insiden itu, Camat Grogol Petamburan Raditian Ramajaya membenarkan adanya perselisihan antara penghuni kos dan penyelenggara acara.

"Ya, kemarin juga saya sudah konfirmasi ke Pak RW. Memang kan lingkungan situ banyak kos-kosan," ujar Raditian saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Raditian menjelaskan, pengurus RW sebenarnya telah menyampaikan informasi terkait agenda kegiatan ormas tersebut kepada warga. 

Hanya saja, durasi acara malam itu memang melebihi batas waktu umum.

"Tapi menurut Pak RW, informasinya sudah disampaikan. Memang biasanya acara seperti itu sampai jam 11 (malam) ya, cuman yang mengadakan ini ormas. 

Ya, lewat jam 11 memang waktu itu agak lewat sedikit lah," ungkapnya.

Berakhir Damai secara Kekeluargaan

Raditian memastikan keributan tersebut tidak berbuntut panjang dan telah diselesaikan secara damai oleh pihak pengurus RT/RW setempat.

"Sudah didamaikan, sudah dikasih penjelasan dan klarifikasi sama Pak RW. Pak RW juga sudah menghubungi dan didamaikan," jelas Raditian.

Guna mencegah kejadian serupa terulang, pihak kecamatan mengimbau seluruh pengurus wilayah agar meningkatkan komunikasi dan sosialisasi kepada seluruh elemen warga sebelum menggelar keramaian.

"Sudah mengingatkan ke Pak RW agar sosialisasinya lebih dikuatkan lagi. Jangan sampai nanti ada warga yang tidak terinfokan," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.