TRIBUNGORONTALO.COM – Dua oknum tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi sorotan publik karena diduga melakukan perundungan terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, akhirnya mendatangi kediaman keluarga almarhum di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kedatangan keduanya berlangsung pada Senin (10/8/2026) sore. Mereka disebut datang untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga Yurizal.
Andri, warga yang mengetahui pertemuan tersebut, mengatakan kedua orang itu datang dari Jakarta dan meminta didampingi menuju rumah keluarga almarhum.
Baca juga: Tagih Cicilan Menunggak, Debt Collector Diduga Pukul Warga Pakai Kursi Besi
"Yang saya tahu nakes yang kemarin ke sini, yang kemarin dari Jakarta, tapi saya gak tahu nakes mananya," kata Andri kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, sebelum menuju rumah keluarga Yurizal, keduanya sempat mendatangi kediaman ketua RW setempat untuk meminta diantar.
"Dia yang kemarin dari Jakarta ke sini dulu (ke rumah RW), minta dianterin ke sana, sore jam 17.00 WIB-an," ujarnya.
Menurut Andri, kedua oknum nakes tersebut mengaku merasa khawatir setelah kasus yang menyeret nama mereka menjadi viral di media sosial. Karena alasan itu, mereka memilih datang dengan pendampingan aparat kepolisian.
"Kan dari Jakarta katanya takut keluar, takut apa," kata Andri.
Ia menambahkan, saat itu terdapat dua anggota kepolisian yang turut mendampingi mereka.
"Dia dua orang, yang dari Jakarta dua orang, (didampingi) dari polsek di sini dua orang," ungkapnya.
Meski sempat menjadi perhatian publik, pertemuan antara kedua oknum nakes dan keluarga Yurizal berlangsung tanpa kendala.
Andri mengatakan pihak keluarga menerima kedatangan mereka dengan baik.
"Gak ada masalah sih, dari keluarga gak ada masalah," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, kedua oknum tenaga kesehatan juga menyampaikan permintaan maaf atas komentar yang sebelumnya mereka unggah di media sosial dan dinilai sebagai bentuk perundungan terhadap Yurizal.
Pihak keluarga memilih menerima permintaan maaf tersebut.
"Gak ada masalah sih, dari pihak keluarga menerima," ujar Andri.
Ia menambahkan suasana selama pertemuan berlangsung tetap kondusif.
"Gak ada masalah sih keluarga, baik kakaknya, baik ibunya, baik bapaknya," ucapnya.
Kasus yang menimpa Yurizal Tri Chaerawan sebelumnya menjadi perhatian luas setelah unggahannya di media sosial mengenai pengalaman menunggu sekitar delapan jam di instalasi gawat darurat (IGD) tanpa kepastian mendapatkan ruang perawatan menuai berbagai komentar bernada merundung dari sejumlah akun yang disebut berasal dari tenaga kesehatan.
Yurizal, warga Ciomas, Kabupaten Bogor, meninggal dunia pada 31 Juli 2026 setelah menjalani perawatan.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Yurizal dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul.
Ketua RT setempat, Atikah, mengatakan almarhum dikenal sopan dan tidak pernah menimbulkan persoalan di lingkungan sekitar.
"Baik orangnya, santun, suka nyapa gitu, walaupun dia lagi di motor juga kalau ngeliat saya klakson," ujarnya.
Menurut Atikah, Yurizal juga kerap menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan masyarakat dan dinilai memiliki kemampuan yang baik.
"Dia MC begitu kalau ada hajatan, saya pernah lihat sekali bagus suaranya, saya suka," katanya.
Atikah mengaku baru mengetahui kasus perundungan yang dialami Yurizal setelah kabar tersebut ramai diperbincangkan di media sosial seusai almarhum meninggal dunia.
Ia mengaku prihatin karena di saat Yurizal sedang berjuang melawan penyakit, justru muncul komentar-komentar yang dinilai tidak menunjukkan empati.
"Saya mah sangat miris, dia lagi sakit, lagi berjuang pengen sembuh, tapi ada orang yang begitu, bikin saya miris," ujarnya.
Menurut Atikah, warga sekitar justru terus memberikan dukungan kepada Yurizal selama menjalani pengobatan dan berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. (*)