TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Warga Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara dikejutkan dengan peristiwa nahas.
Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun berinisial KDP dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran Sungai Jelarai Hulu/Induk, RT 01, pada Selasa (11/8/2026).
Peristiwa nahas itu diperkirakan terjadi sekira pukul 15.30 WITA. Sungai tersebut letaknya sangat dekat dengan pusat Kota Tanjung Selor.
Dengan jarak sekitar 5 hingga 8 kilometer atau waktu 10 sampai 15 menit perjalanan darat menggunakan kendaraan bermotor, sudah bisa sampai ke lokasi.
Pencarian terhadap korban terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Polresta Bulungan, Basarnas, BPBD, keluarga korban, serta warga setempat hingga Selasa malam.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui P.S Kasubsi Sihumas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo menjelaskan, insiden tersebut bermula saat korban sedang bermain di bantaran sungai bersama tiga hingga empat orang temannya.
Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, korban kemudian berjalan menuju area hulu sungai bersama seorang temannya.
Setibanya di lokasi, korban melompat ke dalam sungai, sementara temannya memilih tetap menunggu di tepian.
Baca juga: Hari Ketiga Pencarian, Korban Long Boat Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Nibung
Pada saat korban melompat, kondisi air sungai dilaporkan masih dalam keadaan surut. Saksi di lokasi kejadian sempat menemukan jejak kaki korban yang masih basah dan bercampur lumpur di tepian daratan.
Temuan itu mengindikasikan korban sempat berusaha naik kembali ke permukaan.
Namun, situasi berubah cepat ketika debit air sungai mulai naik.
Jejak kaki di tepian sungai tersebut perlahan tersapu air pasang dan tidak lagi terlihat.
Saksi menduga korban kemungkinan tersangkut pada kayu atau benda lain di sekitar lokasi, mengingat kawasan hulu sungai tersebut kerap dimanfaatkan warga setempat untuk beraktivitas dan mandi.
Polisi membenarkan bahwa proses penyisiran di lokasi kejadian masih terus diupayakan secara maksimal.
"Hingga saat ini korban belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian," ujar Aipda Hadi Purnomo dalam rilis tertulisnya, Selasa (11/8/2026).
Usai menerima laporan warga, personel Polresta Bulungan bersama tim SAR gabungan bergerak cepat menyusuri aliran sungai dan mengamankan lokasi kejadian.
Polisi juga telah menghimpun keterangan dari para saksi dan pihak keluarga guna mendukung proses pencarian.
Demi keselamatan bersama serta mempermudah jalannya penyisiran tim SAR, polisi mengimbau masyarakat sekitar agar sementara waktu tidak mendekati maupun beraktivitas di area sungai yang berarus deras.
Polresta Bulungan memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dan perkembangan terbaru di lapangan bakal segera disampaikan kepada publik.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu