PKH di Nunukan Sasar Ibu Hamil hingga Lansia, Ini Penjelasan Dinas Sosial
Cornel Dimas Satrio August 11, 2026 11:49 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Sebanyak 156 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Penyaluran bantuan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Nunukan, Selasa (11/8/2026).

Secara keseluruhan, total bantuan sosial yang disalurkan pemerintah untuk KPM di Kabupaten Nunukan mencapai sekitar Rp4,182 miliar.

Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Nunukan menyasar keluarga yang memiliki komponen penerima manfaat, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia (lansia).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Nunukan, Faridah Aryani, usai penyaluran bantuan sosial PKH dan Program Sembako di Aula Kantor Kecamatan Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (11/8/2026).

11082026 penyaluran bansos di Nunukan 02
PENYALURAN BANSOS – Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako di Aula Kantor Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (11/8/2026). Ada 156 KPM dari Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan yang menerima bansos.

Baca juga: Cek Penerima Bansos Triwulan III Agustus 2026, Rp4,1 Miliar Telah Cair di Nunukan

Faridah Aryani menjelaskan, PKH memiliki sasaran penerima yang berbeda dengan Program Sembako.

Untuk PKH, bantuan diberikan kepada keluarga yang memiliki komponen penerima manfaat tertentu.

Komponen tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, anak yang bersekolah mulai jenjang SD, SMP hingga SMA, lansia, serta penyandang disabilitas yang berada dalam keluarga penerima.

“Kalau program PKH memang khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak bersekolah SD, SMP, SMA, lansia, maupun disabilitas yang ada di dalam keluarga,” jelas Faridah.

Menurutnya, keberadaan komponen tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan penerima manfaat PKH.

Sementara itu, Program Sembako memiliki sasaran yang berbeda. Program tersebut ditujukan kepada keluarga yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).

Faridah Aryani berharap bansos yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya, terutama untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia mengatakan bantuan pemerintah pada dasarnya menjadi stimulan bagi keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.