Donald Trump memberikan dukungan kepada Gianni Infantino saat presiden FIFA menghadapi tuduhan 'penipuan'
Rina Kusumawati August 12, 2026 01:33 AM

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut campur dalam krisis yang kian membesar di pucuk sepak bola dunia dengan memberikan dukungan penuh kepada Presiden FIFA Gianni Infantino yang sedang berada di bawah tekanan. Campur tangan ini muncul ketika konfederasi-konfederasi global meningkatkan upaya mereka untuk menyingkirkan eksekutif asal Swiss tersebut setelah upaya perebutan kendali komersial yang kontroversial dan gagal.

Trump memperingatkan federasi-federasi sepak bola

Presiden Trump melontarkan peringatan keras kepada komunitas sepak bola global dengan mengatakan bahwa FIFA akan melakukan “kesalahan besar” apabila melanjutkan rencana untuk menggantikan Infantino. Presiden AS itu menggunakan platform media sosialnya untuk membela ketua FIFA yang tengah terdesak tersebut, dengan berargumen bahwa keberhasilan finansial dan operasional FIFA belakangan ini berkaitan langsung dengan kepemimpinan serta visi Infantino terhadap permainan ini.

Dalam unggahan langsung yang dipublikasikan pada Senin malam, Trump menyatakan bahwa FIFA “tidak akan pernah sesukses atau seuntung ini” tanpa kehadiran presiden saat ini di pucuk pimpinan. Ia menulis: “FIFA akan membuat kesalahan besar jika, dengan alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino. Dia luar biasa, baru saja memimpin Piala Dunia paling sukses, empat kali lipat, yang pernah diselenggarakan.

Gelombang penolakan atas FIFA Forward Enterprise

Dukungan dari Gedung Putih datang pada saat Infantino menghadapi oposisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari badan-badan regional paling berpengaruh dalam olahraga ini. UEFA, CONCACAF, dan AFC merilis pernyataan bersama yang sangat keras, menggambarkan adanya pelanggaran kepercayaan melalui penipuan terkait proposal penjualan hak-hak komersial.

Konfederasi-konfederasi tersebut menyampaikan kemarahan mereka dalam surat terbuka dengan menyatakan bahwa “ketika kepercayaan dirusak melalui penipuan, ketika seorang individu menempatkan dirinya di atas kolektif yang telah memberinya wewenang, maka tugas itu telah ditinggalkan.” Surat itu juga menegaskan bahwa sepak bola adalah milik para pemain, suporter, dan asosiasi anggota, bukan milik satu individu mana pun.

Sepak Bola AS ikut menyerukan perubahan

Terlepas dari dukungan pribadi Trump kepada Infantino, Sepak Bola AS justru menyelaraskan diri dengan para pengkritik dengan bergabung bersama Sepak Bola Kanada dan serikat-serikat regional lainnya dalam menuntut reformasi besar di tubuh badan pengatur tersebut. Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, federasi Amerika itu menyerukan “perubahan berarti yang memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas FIFA.” Hal ini menempatkan badan pengatur domestik tersebut berseberangan dengan retorika politik yang datang dari kepresidenan AS.

Kritik itu berpusat pada minimnya konsultasi terkait proyek FFE, yang dilaporkan didorong melalui tenggat waktu yang dipercepat untuk menghindari pengawasan.

Permintaan maaf Infantino dan prospek ke depan

Infantino telah menyampaikan permintaan maaf atas cara proposal FFE ditangani, tetapi bagi banyak pihak di asosiasi-asosiasi Eropa dan Asia, langkah itu dinilai sudah terlambat. UEFA sebelumnya sempat mengisyaratkan bahwa negara-negara anggotanya bisa memboikot kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, jika rencana komersial tersebut tetap dijalankan.

Eksekutif asal Swiss itu telah berkuasa sejak Februari 2016 dan saat ini berniat tetap menduduki jabatannya selama beberapa tahun lagi. Masa jabatan yang sedang berjalan akan berlangsung hingga 2027, dan ia juga telah menyatakan keinginannya untuk mencalonkan diri kembali guna memperpanjang kepresidenannya sampai 2031.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.