FIFA Registration Ban Dicabut Permanen, Persib Ungkap Drama Penyelesaian Robert Rene Alberts
Satrio Sarwo Trengginas August 12, 2026 09:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Drama lama Persib Bandung dengan mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts, akhirnya menemui titik akhir.

PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB) memastikan FIFA Registration Ban yang berkaitan dengan perkara lama soal kewajiban kepada Robert Rene Alberts telah resmi dicabut secara permanen oleh FIFA.

Pencabutan tersebut dilakukan setelah Persib menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara.

Kepastian itu tertuang dalam surat resmi FIFA bertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859.

Dalam surat tersebut, FIFA menyatakan proses perkara terhadap Persib telah ditutup setelah menerima konfirmasi bahwa Robert Rene Alberts telah menerima jumlah yang menjadi kewajiban Persib sesuai keputusan yang menjadi dasar perkara.

FIFA kemudian menyatakan larangan Persib untuk mendaftarkan pemain baru terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen.

FIFA juga meminta PSSI untuk segera mencabut larangan tersebut pada tingkat nasional.

SOAL SANKSI - Kabar baik datang untuk Persib Bandung di tengah persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Nama Persib dikabarkan sudah tidak lagi tercantum dalam FIFA Registration Ban List.
SOAL SANKSI - Kabar baik datang untuk Persib Bandung di tengah persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Nama Persib dikabarkan sudah tidak lagi tercantum dalam FIFA Registration Ban List. (Instagram Persib dan @bandoengin)

Perkara tersebut merupakan kasus lama yang berkaitan dengan hubungan kontraktual pada periode 2022 dan diajukan oleh Robert Rene Alberts.

Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA, Persib mengaku langsung melakukan penelaahan dan mengambil langkah penyelesaian.

Manajemen Persib menyebut langkah tersebut dilakukan secara terukur, terstruktur, serta sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Alhamdulillah, kami bersyukur proses ini telah diselesaikan dengan baik. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku. FIFA kemudian secara resmi menyatakan proses perkara ini telah ditutup dan FIFA Registration Ban terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen," tulis pihak manajemen dikutip dari situs resmi Persib pada Rabu (12/8/2026).

Manajemen Persib menilai penyelesaian perkara tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab klub dalam menghormati setiap keputusan regulator.

Selain itu, langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga tata kelola Persib sebagai klub sepak bola profesional.

"Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Prinsip ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga profesionalisme dan tata kelola PERSIB," lanjutnya. 

Persib juga menyinggung pendekatan manajemen dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan klub.

Manajemen menyebut keputusan diambil dengan mempertimbangkan kondisi secara objektif serta skala prioritas.

"Dalam menghadapi setiap persoalan, kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Kami melihat setiap situasi secara objektif, mempelajari aspek serta konsekuensinya, kemudian menentukan langkah berdasarkan skala prioritas. Dengan pendekatan tersebut, kami dapat mengambil keputusan secara tepat dengan tetap mempertimbangkan kepentingan PERSIB secara keseluruhan, tulisnya"

Dengan ditutupnya proses perkara dan dicabutnya FIFA Registration Ban secara permanen, Persib kini dapat kembali fokus menghadapi musim kompetisi 2026/2027.

"Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi musim 2026/2027. Kami ingin seluruh energi dan perhatian klub diarahkan pada persiapan kompetisi, sehingga tim dapat tampil sebaik mungkin dan memberikan prestasi yang membanggakan bagi Bobotoh," lanjutnya. 

Manajemen Persib turut menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh yang terus memberikan dukungan selama proses penyelesaian perkara tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bobotoh atas kepercayaan, dukungan, dan kesabarannya. Kami memahami bahwa setiap perkembangan mengenai PERSIB selalu menjadi perhatian. Karena itu, kami berkomitmen untuk menangani setiap kewajiban dan tantangan klub secara cepat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Persib menegaskan komitmennya untuk terus mematuhi aturan dan regulasi yang ditetapkan operator kompetisi maupun federasi, baik di tingkat domestik maupun internasional.

"PERSIB akan terus menjaga komitmen terhadap kepatuhan regulasi dan tata kelola klub yang profesional. Bagi kami, memenuhi setiap kewajiban merupakan bagian dari tanggung jawab, sementara terus memperbaiki dan memperkuat tata kelola merupakan bagian dari perjalanan PERSIB untuk menjadi klub yang semakin profesional dan berkelanjutan," tutupnya. 

Kini, setelah perkara tersebut dinyatakan selesai dan FIFA Registration Ban dicabut secara permanen, Persib dapat mengalihkan fokus sepenuhnya pada persiapan menghadapi musim 2026/2027.

Sempat disinggung dedengkot Bobotoh

Sebelumnya, Persib Bandung tengah menjadi sorotan setelah tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban menjelang kompetisi musim 2026/2027.

Sanksi tersebut mendapat perhatian dari salah satu dedengkot Bobotoh, Eko Noer Kristiyanto alias Eko Maung yang menilai Persib seharusnya lebih serius menyikapi persoalan yang menjadi dasar munculnya sanksi FIFA tersebut.

Menurutnya, penjelasan Persib yang menyebut kasus tersebut merupakan persoalan lama pada 2022 tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengesampingkan kewajiban klub saat ini.

"Jadi gini yang pertama-pertama official statement-nya kekanak-kanakan," kata Eko Maung dikutip dari Instagramnya pada Selasa (11/8/2026). 

Ia menilai Persib merupakan klub profesional dengan skala organisasi besar sehingga setiap persoalan yang belum selesai tetap memiliki konsekuensi yang harus dihadapi.

"Sampai disebutin oh ini kejadian tahun 2022. Bukan kayak gitu ya, ini organisasi sebesar Persib klub profesional jadi selalu ada konsekuensi yang harus dihadapi hari ini walaupun terjadi di masa lalu," ucapnya. 

Singgung Robert Rene Alberts

Dedengkot Bobotoh tersebut kemudian menyinggung kasus yang berkaitan dengan mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts.

Ia menilai persoalan mengenai hak Robert Rene Alberts semestinya telah dikomunikasikan dengan manajemen Persib yang saat ini.

"Ini tentang Rene ya, saya yakin ketika kepengerusuan yang sekarang ada, itu kan pasti ada komunikasi. Enggak mungkin ya, Rene punya hak belum dibayar, enggak mungkin tiba-tiba enggak nanyain ke struktur yang sekarang. Itu kan pasti nanyain, jadi mau tahun 2022, mau tahun 2020, tahun 2021. Itu kan dia pasti nanyain itu yang harus dihadapin," jelasnya. 

Menurutnya, Robert Rene Alberts tidak memiliki persoalan pribadi dengan Persib.

Ia menilai inti persoalan berada pada hak finansial yang menurutnya belum diselesaikan.

"Tapi pertama gini, kalau kita perhatikan ya Rene ini sebetulnya kan enggak ada masalah sama Persib sama apa ya. tapi terkait uang memang hak harus dipertanyakan. Intinya Rene ini enggak mau ribut orangnya, asalkan dibayar udah. Ini enggak dibayar jadi ribut ke mana-mana," jelasnya.

Singgung Reputasi Persib

Eko kemudian meminta Persib segera menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan Robert Rene Alberts.

Menurutnya, masalah tersebut seharusnya dapat diselesaikan tanpa harus berlarut-larut hingga berdampak pada reputasi klub.

"Coba diselesaikan, itu mah duit segitu receh di tf (transfer) ku aing mah biar enggak itu sangat disayangkan reputasi Persib rusak gara-gara momen seperti ini," ujarnya. 

Berita terkait

  • Baca juga: KABAR Baik untuk Persib, Nama Maung Bandung Hilang dari FIFA Registration Ban List
  • Baca juga: Jakmania Bersiap! Persija Siapkan Malam Spesial di JIS Jelang Musim Baru, Ada Brisbane Roar
  • Baca juga: Dedengkot Bobotoh Sentil Persib soal Sanksi FIFA: Hak Robert Rene Alberts "Tinggal Ditransfer"

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.