TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendorong pelaku ekonomi kreatif dan generasi muda untuk memanfaatkan peluang pasar digital melalui Digital Creative Academy.
Kegiatan tersebut resmi dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, di Mataram, Selasa (11/8/2026).
Digital Creative Academy merupakan bagian dari rangkaian Ekraf Mania Festival 2026. Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Kepala Bidang Pemasaran, serta Kepala Bidang Kelembagaan Dispar NTB.
Ahmad Nur Aulia mengatakan Digital Creative Academy dirancang sebagai wadah peningkatan kapasitas bagi pelaku ekonomi kreatif, konten kreator, dan generasi muda di NTB.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi penting bagi para kreator agar dapat memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digital.
"Kegiatan ini menjadi wadah agar pelaku ekraf dan pemuda di NTB mampu beradaptasi dengan teknologi serta memaksimalkan potensi ekonomi digital yang kian berkembang pesat," ujar Aulia.
Baca juga: BREAKING NEWS: KMP Putri Yasmin Rute Padangbai-Lembar Terbakar
Pada hari pertama, peserta langsung mengikuti pelatihan bertajuk Create & Sell Digital Product. Sebanyak 40 peserta terpilih mengikuti pembekalan secara intensif.
Pelatihan tersebut menghadirkan Fifi Sastafiami sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mengenai proses menciptakan produk digital hingga strategi menjual dan memasarkannya secara efektif.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan peserta. Pemprov NTB menargetkan para peserta mampu menghasilkan produk digital yang memiliki nilai jual dan dapat dipasarkan ke pasar yang lebih luas.
Melalui Digital Creative Academy, pemerintah daerah juga ingin membuka ruang bagi pelaku ekraf lokal untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun peluang ekonomi dari produk berbasis digital.
Para peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan menjadi produk digital yang berkualitas dan mampu bersaing, baik di pasar nasional maupun global.
(*)