BANGKAPOS.COM - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi menerbitkan regulasi dan format baru untuk ajang perdana FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar di Indonesia dan Hong Kong pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.
Turnamen ini menerapkan sistem kompetisi berjenjang yang membagi negara peserta ke dalam dua divisi utama.
Mengakomodasi hingga 16 tim nasional, babak penyisihan tak hanya mengatur kriteria kelolosan poin dan head-to-head, melainkan juga memperhitungkan poin fair play hingga peringkat FIFA.
Baca juga: Kronologis Polwan Digerebek Suaminya Lagi di Indekos Ambon
Simak rincian format pembagian grup, aturan babak final, serta regulasi perpanjangan waktu selengkapnya di sini.
FIFA telah menetapkan dokumen resmi berupa surat edaran berjudul "Peraturan untuk FIFA ASEAN Cup" yang merinci secara komprehensif format kompetisi, mulai dari jumlah peserta, pembagian divisi, kriteria penentuan poin, hingga aturan perpanjangan waktu dan adu penalti.
Berdasarkan regulasi tersebut, turnamen ini dirancang untuk mengakomodasi seluruh anggota Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) dengan sistem kompetisi berjenjang.
Dalam Pasal 10 dan 11, jumlah tim yang berpartisipasi dalam ajang Piala ASEAN direncanakan sebanyak 14 tim, dengan potensi perluasan hingga maksimal 16 tim.
Kata Media Vietnam Usai Timnas Indonesia Keok di Kandang, Rekor Terburuk Garuda!
Seluruh anggota AFF dijamin mendapatkan slot, sementara sisa kuota akan diisi melalui jalur undangan.
FIFA memiliki kewenangan penuh dan mutlak untuk mengubah, mengamandemen, maupun menentukan format turnamen, jumlah kuota, serta alokasi peserta kapan saja.
Ke-14 tim yang direncanakan akan dibagi ke dalam dua divisi utama:
Divisi Utama Piala ASEAN FIFA (Divisi 1): Terdiri dari dua grup yang masing-masing berisi empat tim. Babak penyisihan grup dilangsungkan dalam tiga hari pertandingan, ditambah hari pertandingan keempat untuk laga final divisi.
Divisi Tantangan Piala ASEAN FIFA (Divisi 2): Terdiri dari dua grup yang masing-masing berisi tiga tim. Setiap tim memainkan dua pertandingan dalam tiga hari babak penyisihan, dilanjutkan hari pertandingan keempat serta laga perebutan tempat ketiga untuk final divisi.
Timnas Indonesia berada di Grup A Divisi 1 bersama India (*), Malaysia, dan Singapura. Sementara Grup B diisi oleh Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Di sisi lain, Grup A Divisi 2 terdiri dari Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam. Selanjutnya, Grup B berisi Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Dua tim teratas di masing-masing grup dari setiap divisi berhak melaju ke babak final divisi.
FIFA juga berhak menggelar pertandingan tambahan untuk menentukan peringkat akhir, seperti laga antara peringkat kedua, ketiga, maupun keempat dari masing-masing grup.
Pertandingan grup menggunakan sistem liga dengan ketentuan tiga poin untuk kemenangan, satu poin untuk hasil imbang, dan tanpa poin untuk kekalahan.
Apabila terdapat dua tim atau lebih yang memiliki jumlah poin sama setelah babak penyisihan berakhir, Pasal 12 mengatur urutan kriteria penentuan peringkat sebagai berikut:
Langkah 1:
a) Jumlah poin terbanyak dalam head-to-head (pertandingan grup antara tim-tim yang bersangkutan).
b) Selisih gol terbaik dari hasil pertandingan antar-tim tersebut.
c) Jumlah gol terbanyak yang dicetak dalam pertandingan antar-tim tersebut.
Langkah 2:
Jika tim-tim masih berimbang setelah langkah pertama, kriteria di atas diterapkan kembali secara khusus pada sisa tim yang ada. Jika belum ada keputusan, kriteria berikut diberlakukan secara berurutan:
d) Selisih gol terbaik dalam semua pertandingan grup.
e) Jumlah gol terbanyak yang dicetak di semua pertandingan grup.
f) Skor perilaku tim ( fair play ) berdasarkan akumulasi kartu:
Kartu kuning: dikurangi 1 poin.
Kartu merah tidak langsung (dua kartu kuning): dikurangi 3 poin.
Kartu merah langsung: dikurangi 4 poin.
Kartu kuning dan kartu merah langsung: dikurangi 5 poin.
Langkah 3:
Jika poin tetap sama melalui seluruh prosedur di atas, penentuan peringkat dilakukan berdasarkan edisi terbaru Peringkat Dunia Pria FIFA/Coca-Cola, yang dapat dilanjutkan ke edisi-edisi sebelumnya secara berurutan jika diperlukan.
Berdasarkan Pasal 13, apabila skor pertandingan pada babak final berakhir imbang di waktu normal, pertandingan akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Perpanjangan waktu terdiri dari dua babak berdurasi masing-masing 15 menit dengan jeda istirahat selama lima menit di akhir waktu normal tanpa pemain meninggalkan lapangan.
Jika kedudukan tetap sama hingga perpanjangan waktu usai, penentuan pemenang dilakukan melalui drama adu penalti sesuai dengan Peraturan Permainan yang berlaku.
Wasit akan melakukan lemparan koin guna menentukan gawang yang digunakan serta menentukan tim mana yang berhak melakukan eksekusi tendangan pertama atau kedua.
(*): Partisipasi India masih menunggu konfirmasi.
(Kompas/Bangkapos.com)