TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyebut penyerapan tenaga kerja lokal dalam pembangunan infrastruktur pendukung Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mencapai sekitar 77 persen.
Tenaga kerja lokal terlibat dalam sejumlah pekerjaan, mulai dari konstruksi, pengawasan, administrasi, hingga pekerjaan pendukung lainnya sesuai kompetensi dan keahlian masing-masing.
Salah seorang tenaga kerja lokal, Anjelina Tay, merupakan warga Desa Ulubelu yang berada di wilayah ring 1 PLTP Mataloko. Anjelina terlibat dalam pengembangan proyek dan menjalankan tugas sebagai HRD.
Menurut Anjelina, kesempatan bekerja dalam pengembangan PLTP Mataloko tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga memberinya kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan di daerah asalnya.
“Saya bersyukur mendapat kesempatan bekerja di proyek ini. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga bangga karena bisa ikut terlibat membangun daerah sendiri.Saya berharap proyek ini terus berjalan sehingga semakin banyak masyarakat lokal memperoleh kesempatan yang sama,” ujar Anjelina, Senin (10/8/2026).
Baca juga: Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani, Warga Akui Ekonomi Masyarakat Ikut Terbantu
Tenaga kerja lokal lainnya, Alvin Menge, bertugas sebagai supervisor pengawasan pembangunan infrastruktur PLTP Mataloko. Alvin mengatakan keterlibatannya dalam proyek tersebut membuat kompetensi yang dimilikinya dapat digunakan di daerah asal tanpa harus bekerja di luar daerah.
“Saya merasa ilmu yang saya miliki bisa dimanfaatkan di kampung halaman sendiri. Harapan saya, semakin banyak anak muda Ngada yang dapat bekerja sesuai kompetensinya tanpa harus merantau keluar daerah,” kata Alvin.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan keterlibatan masyarakat lokal merupakan bagian penting dalam pengembangan PLTP Mataloko.
Menurut Manurung, pembangunan proyek ketenagalistrikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga manfaat yang diterima masyarakat di sekitar wilayah proyek.
“Keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal untuk berkontribusi sesuai kompetensi yang dimiliki sehingga masyarakat dapat tumbuh bersama dengan pembangunan PLTP Mataloko,” ujar Manurung.
Baca juga: Ahli Geothermal ITB : Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Ngada Bersifat Sementara
Ia mengatakan keterlibatan tenaga kerja lokal juga menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sekitar wilayah pengembangan proyek.
“Kami ingin kehadiran PLTP Mataloko memberikan manfaat yang berkelanjutan. Masyarakat lokal bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat terlibat dan mengambil peran di dalam prosesnya sesuai dengan kompetensi masing-masing,” tambahnya.
Pengembangan PLTP Mataloko diharapkan dapat mendukung penyediaan listrik berbasis energi baru terbarukan di Pulau Flores. Selain itu, proyek tersebut juga membuka peluang kerja dan meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan di wilayah sekitar proyek.