TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pimpinan Universitas Warmadewa (Unwar), Bali, melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Kehadiran pimpinan Unwar Bali disambut pimpinan UMI di kampus 2 UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/8/2026)
Kunjungan benchmarking atau tolok ukur itu sebagai upaya memperkuat jejaring dan menindaklanjuti kerja sama antarkedua perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia.
Unwar Bali adalah perguruan tinggi swasta di Denpasar, Bali yang terakreditasi unggul.
Sementara UMI adalah, satu-satunya universitas swasta terakreditasi unggul di wilayah Indonesia Timur.
Turut hadir menyambut kehadiran pimpinan Unwar Bali, pimpinan Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi UMI di ruang rapat lantai 5 FK UMI.
Selaku tuan rumah, Dekan FK UMI, Dr dr H Nasrudin AM, memperkenalkan lingkungan akademik FK UMI sebagai kampus Islami yang terus berkembang, termasuk dalam penguatan bidang kedokteran dan kesehatan.
Ia menyampaikan bahwa FK UMI saat ini terus melakukan pengembangan akademik.
Termasuk pembinaan sejumlah program pendidikan dokter spesialis.
FK UMI kata Nasrudin, juga telah menerima Surat Keputusan (SK) pembukaan program studi Magister Biomedi.
"Kunjungan Universitas Warmadewa menjadi momentum penting untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat inisiatif kerja sama, khususnya dalam pengembangan fakultas dan pendidikan kedokteran serta kedokteram Gigi," kata Dokter Nasrudin.
Semangat kolaborasi tersebut lanjut Nasrudin, diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas.
"Termasuk dalam penguatan jejaring internasional," jelasnya..
Rektor UMI, Prof Dr H Hambali Thalib, menjelaskan bahwa UMI memiliki karakter yang khas sebagai perguruan tinggi swasta yang berada di bawah naungan Yayasan Wakaf.
Sejak awal, UMI dibangun dengan semangat sebagai lembaga pendidikan sekaligus lembaga dakwah.
Namun demikian, menurutnya, nilai wakaf yang menjadi landasan kelembagaan UMI tidak membatasi keterbukaan pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Hal tersebut terlihat dari keberadaan mahasiswa maupun alumni UMI yang berasal dari berbagai latar belakang agama.
"Sekalipun UMI merupakan lembaga wakaf yang memiliki nilai keagamaan, kami memisahkan antara agama dan pendidikan. Pendidikan terbuka bagi siapa saja," ujarnya.
Dalam perkembangannya, UMI juga terus memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.
Khususnya di bidang kedokteran, FK UMI telah membangun kemitraan dengan berbagai institusi di sejumlah negara.
"Sejumlah dosen juga diberikan ruang untuk melanjutkan pendidikan dan pengembangan kompetensi di luar negeri," kata Prof Hambali.
Sementara itu, Rektor Unwar Prof Dr Ir I Gde Suranaya Pandit, menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan UMI.
Ia mengaku bangga dan senang dapat diterima dengan baik oleh keluarga besar UMI.
"Saya bangga dan senang sudah diterima dengan sangat terhormat. Saya tahu seberapa besarnya UMI," ungkapnya dalam rilis yang diterima.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama sekaligus momentum bagi kedua perguruan tinggi untuk saling belajar sebagai sesama PTS di Indonesia.
Ia kemudian memperkenalkan Universitas Warmadewa yang berada di bawah naungan Yayasan Shri Kesari Warmadewa.
"Kami juga ini berdiksusi dengan UMI terkait Program Spesialis dan sub spesialis, serta Kedokteran Gigi. Kami berencana juga untuk mengembangkan hal tersebut," sebutnya.
Ia menjelaskan bahwa Unwar memiliki spirit Satyam, Shivam, Sundaram yang menjadi salah satu nilai dasar dalam pengembangan institusi.
Spirit tersebut bersumber dari nilai dan filosofi yang diwariskan dalam sejarah Warmadewa, dengan orientasi membangun sumber daya manusia yang unggul, khususnya dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Kolaborasi UMI dan Universitas Warmadewa menjadi bagian dari semangat membangun ekosistem pendidikan tinggi yang saling menguatkan, sekaligus memperluas kontribusi PTS bagi kemajuan sumber daya manusia Indonesia. (*)