CEP dan Nurdin Halid Cek Stok BBM di Sulut, Dapat Laporan Sering Terjadi Antrean Solar Bersubsidi
David_Kusuma August 12, 2026 12:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kondisi antrean mengisi bahan bakar minyak (BBM) Solar Bersubsidi yang sering terjadi di SPBU Sulawesi Utara, menjadi salah satu perhatian Komisi VI DPR RI.

Hal ini ditunjukkan dengan mendatangi Kantor Pertamina Patra Niaga Sam Retail SulutGo, Selasa (11/8/2026) sore.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid,  didampingi Anggota Komisi VI DPR RI asal Sulawesi Utara Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

Nurdinmenegaskan, fokus utama kedatangan mereka adalah untuk menjamin kelancaran distribusi BBM dan LPG, sekaligus menyoroti kestabilan pasokan listrik di Sulawesi Utara.

“Kita ingin memastikan ketersediaan energi di daerah Sulawesi Utara, khususnya distribusi BBM, distribusi LPG. Kemudian jangan sampai listrik mati hidup, mati hidup,” ujar Nurdin Halid.

Saat kedatangan personel Komisi VI, Nurdin mengaku heran melihat kondisi SPBU yang relatif lengang, sementara sebelumnya pihaknya telah menerima laporan mengenai panjangnya antrean Solar bersubsidi. Namun, kondisi berbeda justru terlihat ketika rombongan DPR RI melakukan peninjauan langsung.

CEP di Kantor Pertamina
Anggota Komisi VI DPR RI asal Sulawesi Utara Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

Kata Nurdin, keterjaminan pasokan listrik dan energi merupakan indikator vital bagi daerah yang sedang berkembang menuju taraf modern.

 ”Indikatornya pencahayaan itu sebagai salah satu sumber kehidupan, kemudian ketersediaan. Nah, memang ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Pertamina,” lanjutnya.

 Selain ketersediaan pasokan energi fosil harian,juga mendorong transformasi energi hijau serta penguatan jaringan distribusi energi di kawasan SulutGo.
 
“Yang kedua adalah kita mendorong agar supaya pengembangan daripada energi ramah lingkungan, ya. Dan penguatan distribusi energi,” kata Nurdin.
 
Sementara Christiany Eugenia Paruntu (CEP) berkomitmen terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi warga Sulawesi Utara, terutama terkait keandalan pasokan BBM, LPG subsidi, dan stabilitas listrik hingga ke pemukiman warga.

“Kebutuhan energi ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat Sulut. Kami di Komisi VI akan terus memantau agar tidak ada lagi kelangkaan LPG 3 kg,  tidak terjadi antrean panjang BBM di SPBU, serta jangan sampai kendala pemadaman listrik yang merugikan aktivitas harian warga serta UMKM ,” ujar CEP.

Matan Bupati Minsel dua periode ini juga menyampaikan secara langsung persoalan antrean panjang BBM jenis Solar subsidi di sejumlah SPBU di Sulawesi Utara.

“Antrean yang bahkan mencapai sekitar 1 kilometer ini perlu mendapat perhatian serius. Dari hasil penjelasan Pertamina, persoalan tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan adanya penyalahgunaan Solar subsidi akibat disparitas harga yang sangat besar dengan BBM non-subsidi,”ucapnya.

CEP juga menyoroti praktik pembelian berulang, penggunaan STNK atau plat nomor yang tidak semestinya, hingga dugaan penjualan kembali BBM subsidi. (vid)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.