Ultras Palembang Desak Owner Sriwijaya FC Percayakan Penuh ke Mohammad David dan Ferry Rotinsulu
Abdul Hafiz Sripo August 12, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dukungan terhadap upaya penyelamatan Sriwijaya FC terus mengalir dari kelompok suporter. 

Kali ini, Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH, meminta owner PT Digi Sport Asia memberikan kepercayaan penuh kepada Wakil Presiden Sriwijaya FC Mohammad David dan pelatih Ferry Rotinsulu untuk mengelola Laskar Wong Kito.

Qusoi berharap tidak ada lagi intervensi dalam pengelolaan tim Sriwijaya FC yang akan menghadapi kompetisi Liga Nusantara 2026/27.

"Kami berharap juga kepada manajemen Sriwijaya FC, terkhusus owner PT Digi Sport Asia, untuk merelakan ke depan supaya Bapak Mohammad David bersama Coach Ferry Rotinsulu mengelola penuh Sriwijaya FC," ungkap Qusoi kepada Sripoku.com, Rabu (12/8/2026).

Menurut Qusoi, kepercayaan penuh kepada sosok yang memahami kondisi Sriwijaya FC menjadi penting agar kesalahan dalam pengelolaan tim pada musim sebelumnya tidak kembali terulang.

Ia berharap owner PT Digi Sport Asia selaku pemegang saham mayoritas PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) benar-benar memberikan keleluasaan kepada Mohammad David dan Ferry Rotinsulu dalam menentukan arah tim.

"Tanpa intervensi apa pun seperti musim kemarin yang dimasuki manajer baru yang tidak tahu kredibilitasnya. Akhirnya Sriwijaya FC kemarin dimasukkan pemain-pemain luar yang dibantu oleh pemain Persib Liga 4," ujarnya.

Qusoi menegaskan Sriwijaya FC membutuhkan pemain-pemain yang benar-benar profesional dan memiliki kualitas untuk membawa klub bangkit dari keterpurukan.

"Kami harap hal ini jangan lagi terulang dan benar-benar fight pemain-pemain profesional ke depannya nanti. Semoga SFC bisa bertahan di Liga," katanya.

Ultras Palembang Sambut Kabar Pengusaha Lokal Bantu Sriwijaya FC
Di sisi lain, Qusoi mengapresiasi kabar adanya pengusaha atau tokoh lokal Sumatera Selatan yang disebut terketuk hatinya untuk membantu Sriwijaya FC.

Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi bukti bahwa Sriwijaya FC masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat Sumatera Selatan.

"Kalau ada informasi akan ada orang Sumsel ataupun pengusaha lokal yang akan membantu Sriwijaya FC, kami sangat berterima kasih sekali," kata Qusoi.

Ia menilai Sriwijaya FC bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari sejarah olahraga Sumatera Selatan yang pernah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami sangat bersyukur kalau memang benar orang itu sangat peduli dengan SFC," ujarnya.

Qusoi berharap bantuan dari pengusaha lokal nantinya tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu membantu memperbaiki kondisi finansial Sriwijaya FC secara berkelanjutan.

Pasalnya, persoalan finansial menjadi salah satu tantangan besar yang harus segera diselesaikan agar Laskar Wong Kito dapat kembali menjalani kompetisi dengan kondisi klub yang lebih sehat.

Minta Mohammad David Fokus Urus Masalah FIFA
Selain persoalan pengelolaan tim dan finansial, Qusoi juga menitipkan pesan kepada manajemen Sriwijaya FC, khususnya Mohammad David, agar terus berupaya menyelesaikan persoalan yang membuat klub terancam sanksi FIFA.

Ia meminta manajemen tidak berhenti melakukan komunikasi dan lobi dengan pihak-pihak terkait demi memastikan Sriwijaya FC dapat tampil dalam kompetisi tanpa terganjal persoalan administratif.

"Kami juga berharap ke manajemen, terkhusus ke Bapak Mohammad David informasinya getol untuk mengurusi, jangan sampai SFC dilarang FIFA," tegasnya.

Menurut Qusoi, berbagai upaya perlu dilakukan, termasuk komunikasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSSI, hingga agen pemain asing yang memiliki persoalan dengan Sriwijaya FC.

• 2 Hari di Palembang, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Panaskan Mesin Politik Jelang Pemilu 2029

"Karena kita tahu kemarin bahwa SFC dalam menghadapi keadaan finansial yang sangat sulit," ujarnya.

Qusoi berharap seluruh pihak dapat bersatu menyelamatkan Sriwijaya FC. Ia ingin manajemen, suporter, pengusaha, lokal dan masyarakat Sumatera Selatan bergerak bersama agar klub kebanggaan daerah tersebut tetap berdiri.

"Intinya kalau benar ini terjadi, kita bersyukur masih ada orang Sumsel, orang Palembang ini yang peduli dengan SFC dan sesuai harapan kami, terkhusus Ultras Palembang semoga kita keroyokan ramai-ramai untuk SFC tetap berdiri," pungkas Qusoi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.