Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia, Ini Penjelasan BMKG
Faisal Zamzami August 12, 2026 01:23 PM


SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Fenomena gerhana matahari total akan menghiasi langit pada Rabu, 12 Agustus 2026. Namun, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan secara langsung fenomena astronomi tersebut karena jalur lintasan gerhana tidak melewati wilayah Indonesia dan sebagian besar prosesnya berlangsung saat wilayah Nusantara berada dalam kondisi malam hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gerhana matahari total kali ini merupakan fenomena yang dapat diamati dari sejumlah wilayah di belahan bumi lainnya, terutama Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran atau kanal resmi NASA.

"Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA," kata Teguh, dikutip dari laman resmi BMKG, Senin (10/8/2026).

Tidak Melewati Wilayah Indonesia

Gerhana matahari total terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus pada fase Bulan baru. Dalam kondisi tersebut, Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga piringan Bulan dapat menutupi piringan Matahari dari sudut pandang pengamat di wilayah tertentu.

Ketika bayangan inti Bulan atau umbra melintasi suatu wilayah, pengamat di lokasi tersebut dapat menyaksikan gerhana matahari total.

Sementara wilayah yang berada di bawah bayangan penumbra hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian.

Untuk gerhana 12 Agustus 2026, jalur bayangan total tidak melintasi wilayah Indonesia.

Selain itu, waktu berlangsungnya fenomena tersebut juga bertepatan dengan malam hari di Indonesia sehingga masyarakat di Tanah Air tidak dapat mengamatinya secara langsung dari langit.

Baca juga: NASA Ungkap Jalur Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Daftar Negara dan Waktu Kemunculannya

Kapan Gerhana Matahari Total Terjadi?

BMKG mencatat proses gerhana dimulai dari fase gerhana sebagian atau P1 pada pukul 15.34 UT, yang setara dengan 22.34 WIB pada 12 Agustus 2026.

Selanjutnya, fase gerhana total di lokasi awal atau U1 dimulai sekitar 16.57 UT, atau 23.57 WIB.

Puncak fenomena tersebut terjadi pada 17.45 UT, yang bertepatan dengan 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026.

Sementara itu, seluruh rangkaian gerhana diperkirakan berakhir pada 19.57 UT, atau sekitar 02.57 WIB pada 13 Agustus 2026.

Dengan demikian, waktu puncak gerhana di Indonesia berlangsung pada dini hari 13 Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan fenomena ini tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Wilayah yang Bisa Menyaksikan Gerhana Total

Masyarakat yang berada di wilayah lintasan gerhana dapat menyaksikan perubahan kondisi langit ketika Bulan secara perlahan menutupi Matahari.

Pada fase totalitas, piringan Matahari akan tertutup sepenuhnya oleh Bulan sehingga wilayah yang berada dalam jalur umbra mengalami suasana gelap selama beberapa saat.

Adapun wilayah yang mendapatkan kesempatan untuk mengamati fenomena tersebut meliputi bagian Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, dan Amerika Utara.

Di luar jalur totalitas, pengamat masih berkesempatan melihat gerhana matahari sebagian apabila wilayahnya berada di bawah bayangan penumbra.

Masyarakat Indonesia Bisa Menonton Secara Daring

Meski tidak bisa melihat gerhana secara langsung dari Indonesia, masyarakat tetap dapat mengikuti proses fenomena tersebut melalui siaran daring dari lembaga astronomi dan kanal resmi NASA.

Siaran daring menjadi alternatif bagi masyarakat Indonesia untuk melihat tahapan gerhana mulai dari fase sebagian, totalitas, hingga berakhirnya fenomena.

Jangan Melihat Matahari dengan Mata Telanjang

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah pengamatan agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan mata yang sesuai.

Pengamatan Matahari harus dilakukan menggunakan kacamata khusus dengan filter Matahari yang memang dirancang untuk mengurangi intensitas cahaya dan radiasi berbahaya.

Penggunaan kacamata hitam biasa, kamera tanpa filter khusus, atau melihat Matahari dengan mata telanjang tidak dapat menggantikan perlindungan tersebut.

Gerhana matahari total 12 Agustus 2026 menjadi salah satu fenomena astronomi yang menarik perhatian dunia.

Namun bagi masyarakat Indonesia, fenomena tersebut hanya dapat dinikmati melalui siaran daring karena jalur gerhana tidak melintasi wilayah Nusantara dan puncak prosesnya berlangsung pada waktu malam hingga dini hari di Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.