TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penghargaan terhadap tokoh publik dinilai tidak semestinya hanya didasarkan pada popularitas atau jabatan. Rekam jejak, konsistensi pengabdian, dan dampak nyata bagi masyarakat menjadi sejumlah aspek penting dalam menilai kontribusi seseorang.
Pertimbangan tersebut menjadi dasar Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) dalam menyiapkan PIKI Award 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Wakil Ketua Umum DPP PIKI Kennedy Lim mengatakan pihaknya membuka partisipasi dari akademisi, organisasi masyarakat, komunitas, dunia usaha, profesional, media, dan masyarakat luas untuk memberikan informasi maupun perspektif mengenai calon penerima penghargaan.
"Dengan pendekatan tersebut, kami berharap penghargaan tidak hanya menjadi ajang memberikan apresiasi, tetapi juga dapat memperkenalkan berbagai praktik baik dan kontribusi yang selama ini belum banyak mendapat perhatian," kata Kennedy dalam keterangan yang dikutip, Rabu (12/8/2026).
Menurut Kennedy, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar proses penilaian tidak hanya bertumpu pada informasi yang muncul di ruang publik. Masukan masyarakat dapat menjadi salah satu bahan untuk melihat konsistensi kontribusi dan rekam jejak calon penerima penghargaan.
Ia mengatakan sosok yang dinilai tidak harus merupakan figur dengan eksposur luas. Individu maupun kelompok yang konsisten bekerja di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata juga dapat masuk dalam proses penjaringan.
Hal tersebut dinilai penting karena sejumlah bentuk pengabdian tidak selalu mendapat perhatian luas. Kontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dapat berlangsung dalam jangka panjang tanpa selalu menjadi sorotan publik.
Karena itu, proses penilaian akan mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain integritas, komitmen, rekam jejak, dampak kontribusi, kepemimpinan, inovasi, keberlanjutan, konsistensi, serta kepatuhan terhadap hukum dan etika.
Baca juga: Wamendagri Ribka Haluk: PIKI Harus Mampu Memengaruhi Kebijakan dan Tinggalkan Warisan bagi Bangsa
DPP PIKI menyatakan popularitas dan jabatan bukan menjadi ukuran utama dalam menentukan penerima penghargaan. Penilaian juga dilakukan melalui kajian, riset, dan verifikasi terhadap informasi yang dihimpun dari berbagai sumber.
Kennedy mengatakan mekanisme tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi sosok yang memiliki karya dan kontribusi berkelanjutan, termasuk mereka yang belum banyak dikenal masyarakat.
"Penghargaan ini bukan sekadar tentang siapa yang paling dikenal, tetapi tentang siapa yang benar-benar telah berkarya, mengabdi, memberikan dampak, dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat," ujarnya.
PIKI Award 2026 mencakup delapan bidang, yakni toleransi, lingkungan hidup, pemberdayaan UMKM, antikorupsi, pendidikan, kesehatan, riset dan inovasi, serta budaya.
Kedelapan bidang tersebut mencakup sejumlah persoalan yang membutuhkan kontribusi berkelanjutan dari individu maupun kelompok.
Melalui proses tersebut, penghargaan diharapkan tidak berhenti pada pemberian apresiasi, tetapi juga mengangkat praktik baik yang dapat dipelajari dan dikembangkan di masyarakat. Penilaian pun diarahkan untuk melihat proses, konsistensi, dan manfaat yang dihasilkan dalam jangka panjang.