Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan pemasangan lampu jalan di 8.000 titik mulai terealisasi pada 2027, dengan kawasan desa wisata menjadi salah satu prioritas utama.
Sekretaris Daerah Lombok Timur M. Juaini Taofik mengatakan pembangunan infrastruktur penerangan tersebut diarahkan untuk mendukung keamanan, kenyamanan, sekaligus pengembangan pariwisata di daerah.
“Targetnya kita, pada 2027 mendatang, infrastruktur ini terwujud untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan tentunya kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata,” katanya pada Rabu (12/8/2026).
Rencana tersebut disampaikan Juaini saat menghadiri Jeruk Manis Festival IV di Lapangan Desa Jeruk Manis. Menurutnya, penerangan jalan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan kawasan wisata, terutama ketika mobilitas berlangsung hingga malam hari.
Selain membahas pembangunan infrastruktur, Juaini juga mengapresiasi masyarakat Desa Jeruk Manis yang konsisten menjaga tradisi Adat Kayu Jejeneng.
Ia menilai tradisi tersebut memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat karena mampu mempertemukan kehidupan adat dengan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Kayu Jejeneng ini mengandung banyak nilai. Kita lihat di Lombok ini tidak ada persoalan antara agama dan adat, semuanya sudah menjadi satu kesatuan. Itu hikmah yang bisa kita ambil,” tegasnya.
Menurut Juaini, nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam hubungan masyarakat Jeruk Manis dengan lingkungan. Desa yang berada di kawasan selatan Gunung Rinjani itu dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan.
“Manfaatnya dirasakan oleh warga setempat, juga seluruh masyarakat Lombok Timur yang menikmati keseimbangan alam,” terangnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, masyarakat Desa Jeruk Manis tetap menggelar Jeruk Manis Festival IV secara mandiri.
Festival yang berlangsung pada 11-17 Agustus 2026 tersebut tidak mendapatkan suntikan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tetap berjalan dengan mengandalkan gotong royong dan partisipasi masyarakat.
Juaini menilai langkah tersebut menunjukkan kuatnya kemandirian masyarakat desa.
“Tidak banyak desa yang secara mandiri mau menyelenggarakan acara ini. Kami tahu di tahun 2026 ini dana desa difokuskan untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih, sehingga hanya sebagian kecil yang turun ke desa. Namun, Desa Jeruk Manis tidak menyurutkan semangatnya. Ini bukti nyata bahwa kemandirian masyarakatnya sudah sangat bagus,” ujarnya.
Kepala Desa Jeruk Manis Nasipudin mengatakan festival tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Adat, Bersama dalam Kemerdekaan.”
Rangkaian kegiatan diisi dengan pameran hasil alam, produk UMKM lokal serta berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat.
“Festival ini bukanlah sekadar ajang hiburan semata. Tetapi ini bukti bahwa dengan gotong royong dan memegang teguh warisan leluhur, desa mampu bersinar dan merayakan kemerdekaannya dengan cara yang meriah, meski di tengah keterbatasan,” pungkasnya.
(*)