Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang diduga menjadi pelaku pembakar kasur hingga menjalar ke kapal enam hari belum ditemukan usai melompat ke laut.
Aksi itu dilakukan saat dirinya mendapat teguran dari nahkoda di sekitar Perairan Pulau Eno, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku sejak Kamis (6/8/2026).
“Nihil,” singkat Kepala Unit Siaga SAR Dobo, Gleen Tehupuring saat dikonfirmasi reporter TribunAmbon.com melalui pesan WhatsApp.
Bermula Peristiwa
Kisahnya bermula saat Nahkoda KM. Jimy Indah 08 meminta seorang ABK mengambil alih kemudi karena hendak ke toilet.
Saat berada di toilet, Nahkoda merasakan kapal bergerak tak terarah dan berbelok-belok.
Ia kemudian keluar dan menegur ABK yang memegang kemudi itu.
Teguran itu diduga membuat sang ABK tersulut emosi.
Ia kemudian diduga membakar kasur milik Nahkoda yang berada di ruang kendali kapal.
Api yang awalnya membakar kasur kemudian membesar dan menjalar hingga membuat KM. Jimy Indah 08 terbakar.
Saat situasi semakin genting, untung saja ada kapal yang sementara berlabuh dikawasan tersebut, sehingga nahkoda dan sejumlah ABK lainnya berhasil dievakuasi.
Namun, ABK yang diduga membakar kasur justru melompat ke laut.
Yang membuat pencarian semakin sulit, ia disebut melompat tanpa mengenakan life jacket.
Enam hari berlalu, ABK itu belum juga ditemukan.
Baca juga: Dapat Lampu Hijau Bank Dunia, Gubernur Maluku Targetkan MILH Dibangun 2027
Baca juga: Diketahui Penyebab Kebakaran Hutan di Sekitar Kampus STKIP Hunimua, Damkar Ingatkan Petani
Berlayar dari Bali
KM. Jimy Indah 08 diketahui berlayar dari Bali menuju wilayah penangkapan ikan di Laut Arafura.
Pasca kebakaran, aparat kepolisian berkoordinasi dengan Basarnas, BPBD, Dit Polairud Polda Maluku, Pelabuhan Perikanan Dobo DAN PSDKP Dobo.
Peristiwa yang bermula dari persoalan di ruang kemudi itu kini menyisakan dua persoalan sekaligus, Kapal terbakar dan seorang ABK yang belum ditemukan setelah terjun ke laut. (*)