Ratusan Siswa MAN 2 Banyumas Sakit Perut Hingga Absen, Pihak Sekolah Stop Sementara MBG
muslimah August 12, 2026 02:11 PM

Ratusan Siswa MAN 2 Banyumas Sakit Perut Hingga Absen, Pihak Sekolah Pilih Stop Sementara MBG

TRIBUNJATENG.COM,PURWOKERTO - Keluhan mual dan sakit perut dialami oleh ratusan siswa MAN 2 Banyumas sepulang sekolah, pada Senin (10/8/2026), sore.

Beberapa juga mengalami keluhan serupa keesokan paginya, pada Selasa (11/8/2026).

Hingga, Rabu (12/8/2026), masih banyak siswa yang izin sakit dan tidak berangkat sekolah. 

Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan MAN 2 Banyumas, Khayat Fatuddin mengatakan, awalnya guru dan pihak sekolah tidak mengetahui kejadian tersebut. 

Baca juga: Hasil Lab Ungkap E Coli, Stafilokokus hingga Salmonella Positif pada MBG di SMKN 6 Semarang

Tahu-tahu saat Selasa pagi, melihat absen banyak anak-anak yang tidak hadir.

Para wali kelas kemudian mengonfirmasi kehadiran para anak didiknya ke orangtua

"Keluhannya sama, sakit perut. Pagi itu juga, ternyata hal serupa terjadi ke anak-anak yang berangkat, mereka lalu dibawa ke UKS," katanya kepada tribunbanyumas.com, Rabu (12/8/2026).

Sejak Senin Sore

Khayat menjelaskan, berdasarkan konfirmasi yang dilakukan kepada siswa, kebanyakan mereka mengalami mulas sejak pulang sekolah hari Senin, sekira pukul 15.15 WIB.

Saat didata jumlah mencapai lebih dari 100 siswa, 92 siswa di antaranya tidak masuk sekolah.

Dia belum bisa memastikan penyebabnya, termasuk apakah dikarenakan Makan Bergizi Gratis (MBG) atau bukan.

"Kita belum melihat permasalahan atau penyebabnya, apakah MBG, makan di kantin, makan jajan di luar sekolah. Kami tidak bisa membuat kesimpulan," ungkapnya. 

Khayat mengatakan, program MBG setiap hari datang ke MAN 2 Banyumas setiap pukul 10.00.

Karena jumlah siswa yang cukup banyak mencapai 1.500 siswa, pengantaran MBG dilakukan dua kali oleh mobil pengangkut MBG.

Siswa biasanya memakan MBG antara sebelum atau sesudah waktu dhuhur. 

"Saat hari Senin, guru-guru juga mengonsumsi MBG, tapi tidak ada yang mengeluhkan sakit perut. Menu hari itu, ada nasi, oseng tempe, ayam woku, dan anggur merah," jelasnya. 

Stop Terima MBG Sementara 

Khayat mengatakan, saat siswa mengalami keluhan, sebagian sedang melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Tapi Senin malam saat keberangkatan tidak ada yang mengeluhkan. 

Selasa pagi, dari bus satu ada dua orang yang mengeluhkan sakit peruh, sedangkan dari bus dua ada lima orang.

"Alhamdulillah, tidak ada yang sampai dirawat di rumah sakit, baik yang di rumah maupun ke UNY. Hari ini mulai banyak yang membaik," katanya.

Merespon kejadian itu, menurut Khayat, MAN 2 Banyumas mengambil kebijakan untuk men-stop sementara menerima MBG.

Dari dinas kesehatan dan puskesmas juga mengimbau untuk tidak memberikan MBG dulu ke siswa.

Selasa pagi, MBG sempat datang tapi kemudian dikembalikan. 

"Dihentikan sampai kapan belum tahu. Kami juga mengimbau kepada anak-anak agar lebih berhati-hati, termasuk makan dan beli jajan di luar sekolah," pesannya. 

Khayat mengatakan, Rabu pagi juga ada kunjungan dari Wakil Bupati Banyumas, Tri Asih Lintari dan Kodim 0701/Banyumas ke MAN 2 Banyumas. 

"Mereka baru saja dari sini, melihat kondisi anak-anak yang kemarin mengalami sakit perut," jelasnya. (fba)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.