Diskominsa Aceh Barat Dorong TTE Percepat Transformasi Digital di RSUD Cut Nyak Dhien
Faisal Zamzami August 12, 2026 02:40 PM

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat mendorong penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) berbasis sertifikat elektronik untuk mempercepat digitalisasi administrasi sekaligus mendukung penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan aktivasi TTE berbasis Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Selasa (11/8/2026).

Kabid Persandian dan Statistik Diskominsa Aceh Barat, Dedy Jefernal, ST, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, penerapan TTE merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin terdigitalisasi.

Menurut Dedy, penggunaan TTE tidak sekadar menggantikan tanda tangan manual pada dokumen, tetapi juga berkaitan dengan aspek keamanan, autentikasi, dan keabsahan dokumen elektronik.

“Transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga membutuhkan penguatan aspek keamanan, autentikasi dan keabsahan dokumen elektronik,” kata Dedy.

Baca juga: DWP RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Diminta Perkuat Program Sosial dan Kesehatan

Ia mengatakan, Diskominsa Aceh Barat mendukung langkah RSUD Cut Nyak Dhien dalam mempercepat implementasi RME berbasis aplikasi SIMGOS melalui penerbitan dan aktivasi sertifikat elektronik.

Selain memberikan pemahaman mengenai TTE berbasis BSrE, Tim Diskominsa Aceh Barat juga mendampingi para peserta dalam proses pendaftaran hingga aktivasi sertifikat elektronik.

“Materi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan aktivasi TTE secara bertahap dalam beberapa kelompok peserta hingga sore hari,” ujarnya.

Dedy menjelaskan, pemanfaatan TTE di lingkungan RSUD Cut Nyak Dhien diharapkan dapat mempercepat proses administrasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik.

Penerapan TTE juga dinilai dapat memperkuat integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik, khususnya dalam mendukung pengelolaan RME melalui aplikasi SIMGOS.

Menurut Dedy, TTE menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun proses administrasi digital yang aman dan terpercaya.

“Pemanfaatan TTE berbasis sertifikat elektronik menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun proses administrasi pemerintahan yang semakin terdigitalisasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, percepatan transformasi digital membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah. Diskominsa melalui Bidang Persandian dan Statistik memiliki peran dalam memastikan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pemerintah daerah tetap memperhatikan aspek keamanan dan kepercayaan digital.

Sementara itu, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh terus mengembangkan sistem pelayanan berbasis digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dedy berharap penerapan TTE tidak berhenti pada tahap sosialisasi dan aktivasi, tetapi dapat digunakan secara konsisten dalam proses kerja sehari-hari.

Dengan pemanfaatan yang berkelanjutan, digitalisasi diharapkan mampu memangkas proses administrasi, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat pelayanan publik.

“Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi dan aktivasi TTE, tetapi berlanjut pada pemanfaatan TTE secara konsisten dalam proses kerja digital,” katanya.

Diskominsa Aceh Barat, lanjutnya, akan terus mendorong terbentuknya ekosistem pemerintahan digital yang aman, terpercaya, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (sb)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.