Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kabupaten Aceh Tamiang mendukung penuh hasil Kongres II PNA di Banda Aceh yang menetapkan Misbahul Munir atau Rahul sebagai Ketua Umum PNA.
Ketua DPW PNA Aceh Tamiang, Abdul Mukti alias Sitee, menilai pengalaman panjang Rahul di dunia politik menjadi modal penting untuk membawa PNA semakin maju dan berkembang. Selain itu, Rahul juga memiliki latar belakang sebagai eks kombatan.
“Pengalaman politik dan rekam jejak sebagai mantan kombatan menjadikan beliau sebagai sosok yang berkompeten memimpin PNA,” kata Sitee, Rabu (12/8/2026).
Sitee juga mengapresiasi seluruh jajaran PNA yang telah menunjukkan kedewasaan politik sehingga Kongres II PNA dapat berlangsung dengan lancar.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh tokoh dan kader PNA yang telah mendukung terlaksananya Kongres II dengan lancar. Ini bentuk nyata kalau PNA selalu solid,” ujarnya.
Baca juga: Irwandi Yusuf Ucapkan Selamat kepada Rahul, Harap Persoalan Internal PNA Segera Diselesaikan
Sitee yang turut menghadiri Kongres II PNA di Banda Aceh pada Minggu (9/8/2026), meyakini Rahul memiliki kapasitas untuk menjadikan PNA sebagai partai pemenang.
Optimisme tersebut tidak hanya didasari pengalaman Rahul yang telah lama malang melintang di dunia politik dan pernah menjabat Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, tetapi juga dukungan dari Irwandi Yusuf, pendiri sekaligus mantan Ketua Umum DPP PNA.
Menurut Sitee, dukungan tersebut sangat penting karena menunjukkan tingginya soliditas di jajaran petinggi partai. Kehadiran para elite partai juga dinilai dapat memberikan semangat lebih kuat kepada seluruh pengurus PNA di kabupaten/kota.
“Kami berharap ketua terpilih bisa merangkul semua mantan kombatan, kemudian sama-sama berjuang memberikan perubahan yang baik untuk seluruh masyarakat Aceh,” katanya.
Sitee menambahkan, jajaran DPW PNA Aceh Tamiang berkomitmen bekerja keras untuk mewujudkan PNA sebagai partai pemenang. Menurutnya, kekuatan politik yang besar akan memudahkan PNA memberikan perhatian lebih kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Banjir bandang memberikan pelajaran besar bagi kita. Dibutuhkan kekuatan politik yang besar untuk mempercepat penanganan,” ungkapnya. (mad)