Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung resmi berganti nama menjadi Rumah Sakit (RS) Alamsjah Ratu Perwiranegara.
Baca Juga: Rumah Tua Kolonial Bagelen Pesawaran, Saksi Bisu Transmigrasi Belanda 1905
Perubahan nama tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi pelayanan kesehatan agar semakin inklusif dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Peresmian nama baru dilakukan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di halaman RSJ Lampung, Rabu (12/8/2026).
Direktur RS Alamsjah Ratu Perwiranegara, drg. Hellen Veranica mengatakan, proses dan wacana perubahan nama mulai dibahas sejak Mei 2025.
Proses tersebut dilakukan menindaklanjuti Peraturan Kementerian Kesehatan tahun 2025 terkait penamaan rumah sakit.
“Proses dan wacana perubahan nama mulai dibahas dari bulan Mei sesuai Peraturan Kementerian Kesehatan tahun 2025, sehingga berproses kurang lebih sejak bulan Mei untuk pergantian nama ini,” kata Hellen kepada Tribun Lampung.
Menurut Hellen, nama Alamsjah Ratu Perwiranegara dipilih karena sosok tersebut merupakan tokoh Lampung yang dinilai memiliki keteladanan, khususnya dari sisi kepemimpinan dan integritas.
Pergantian nama ini sekaligus diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap rumah sakit yang selama ini lebih dikenal sebagai fasilitas pelayanan kesehatan jiwa.
Hellen menjelaskan, RS Alamsjah Ratu Perwiranegara merupakan rumah sakit tipe B yang tidak hanya menyediakan pelayanan kesehatan jiwa, tetapi juga memiliki berbagai layanan kesehatan umum.
“Rumah sakit ini yang dulunya bernama Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung lebih dikenal dengan perawatan kejiwaan. Tapi rumah sakit tipe B ini juga memiliki layanan nonjiwa,”ujarnya.
Layanan tersebut antara lain dokter spesialis anak, penyakit dalam, saraf, radiologi, serta layanan lainnya. Rumah sakit juga memiliki dua dokter gigi, 12 dokter umum, dan lima orang psikolog.
Dengan perubahan nama tersebut, rumah sakit akan terus mendorong perluasan akses dan cakupan layanan agar masyarakat memiliki pilihan pelayanan kesehatan yang lebih beragam.
Hellen berharap momentum pergantian nama menjadi awal bagi RS Alamsjah Ratu Perwiranegara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
"Harapannya, semoga hari ini menjadi awal dan tantangan bagi rumah sakit ini selalu berkomitmen memberikan layanan yang profesional, humanis, mudah diakses, serta mampu memenuhi kebutuhan kesehatan jiwa maupun nonjiwa bagi masyarakat di Bumi Saburai,” ujarnya.
Ke depan, rumah sakit diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan yang profesional, terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh pasien.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)