Pratikno: Indonesia Bisa Unggul dalam Penanganan Kebencanaan
Choirul Arifin August 12, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia menghadapi ancaman bencana yang tinggi setiap tahun. Menurut data pemerintah, setiap tahun terjadi 5.000 lebih kasus bencana.

Kondisi geografis dan risiko bencana yang beragam membuat penguatan teknologi, riset dan industri kebencanaan menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi kebencanaan, tetapi juga bisa menjadi pusat keunggulan atau Center of Excellence teknologi kebencanaan dunia.

"Target Indonesia tentu saja adalah kita harus menjadi Center of Excellence dalam teknologi kebencanaan dunia. Mengapa? Karena kita memang gudangnya bencana. Sudah sewajarnya kita kalau menjadi Center of Excellence dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait kebencanaan," kata Pratikno saat membuka pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (12/8/2026).

Dalam menangani kebencanaan, Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada teknologi yang dikembangkan negara lain. Pemerintah ingin Indonesia mampu menjadi produsen teknologi kebencanaan sekaligus membangun kemandirian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk mencapai target tersebut, Pratikno menilai pengembangan teknologi kebencanaan harus didukung riset, industri, serta talenta-talenta Indonesia.

"Kita terus mendorong teknologi dan industri kebencanaan kita terus berkembang dan butuh riset, peran industri, kontribusi dari para talenta-talenta hebat kita," ungkap Menko PMK.

Baca juga: Presiden Kumpulkan Menteri dan Kepala Lembaga Bahas Cuaca Ekstrem dan Kebencanaan

Pemerintah menyadari pengembangan teknologi kebencanaan tidak dapat dilakukan sendiri. Oleh karena itu, Indonesia tetap membutuhkan kolaborasi internasional, termasuk dengan mitra dari China dan negara lainnya.

Pratikno meminta kerja sama tersebut tidak berhenti pada aktivitas perdagangan atau menjadikan Indonesia sekadar pasar bagi produk teknologi kebencanaan dari luar negeri.

Baca juga: Tingkat Kebencanaan Tertinggi, Pemkab Bogor dapat Bantuan Truk Dapur Umum dan Logistik

Ia mendorong mitra internasional menjadikan kerja sama dengan Indonesia sebagai sarana alih teknologi, pengembangan industri dalam negeri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Mitra luar negeri jangan melihat kita sebagai pasar saja, tapi mari kita bekerja sama untuk alih teknologi, mengembangkan industri di Indonesia dan juga terus menumbuhkan talenta-talenta kita. Jadi riset yang hebat, human development yang hebat, capacity development yang hebat, kita kerjakan bersama-sama," ucapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.