TRIBUNTRENDS.COM - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Karangasem, Bali, diwarnai kabar duka. Seorang siswa SMA Negeri 2 Amlapura, I Gede Abdi Cahyanta Wiguna, meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya memburuk saat mengikuti lomba gerak jalan 17 kilometer putra, Senin (10/8/2026).
Dikutip dari Tribun Bali pada 12 Agustus 2026, Cahyanta merupakan siswa kelas XII yang ikut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Baca juga: Pria di Denpasar Bali Diduga Sekap Anak Bos Saat Rumah Sepi, Korban Sempat Bungkam akibat Diancam
Saat berada di kawasan Jasri–A. Yani, kondisi Cahyanta mulai terlihat memburuk.
Ia bahkan sempat mendapat imbauan agar tidak melanjutkan perjalanan karena kondisi fisiknya dinilai tidak memungkinkan.
Namun, Cahyanta tetap berusaha meneruskan perlombaan sebelumnya akhirnya tumbang dan harus mendapatkan pertolongan.
Cahyanta langsung dievakuasi ke RSUD Karangasem dan ketika tiba di rumah sakit, kondisi siswa tersebut sudah tidak sadarkan diri.
Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, I Gusti Lanang Putu Udiyana, mengatakan tim medis segera memberikan penanganan intensif kepada Cahyanta.
Namun, kondisi pasien terus menurun sehingga dokter kemudian memutuskan untuk merujuknya ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Baca juga: Mobil Dinas Tabrak Anak-anak SD Sukaratu 5 yang Tengah Jajan Saat Istirahat, Satu Siswa Meninggal
Udiyana menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dan kondisi pasien saat mendapat penanganan, Cahyanta diduga mengalami dehidrasi berat.
Selain itu, tim medis juga menduga terdapat penyakit bawaan yang sebelumnya belum diketahui.
Kondisi tersebut kemudian membuat penanganan medis harus dilakukan secara intensif hingga akhirnya Cahyanta dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Baca juga: Pria di Gianyar Bali Curi Hp Saat Pemilik Rumah Tertidur, Nekat di Tengah Malam Karena Suasana Sepi
Kepala SMA Negeri 2 Amlapura, I Wayan Puja Astawa, mengatakan Cahyanta yang berasal dari Kecamatan Kubu dikenal sebagai siswa yang aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah.
Cahyanta tercatat aktif dalam kegiatan sepak bola dan futsal di SMA Negeri 2 Amlapura. Aktivitasnya di bidang olahraga membuatnya cukup dikenal di lingkungan sekolah.
Menurut informasi yang diterima sekolah dari keluarga, Cahyanta sebelumnya tidak mengeluhkan kondisi kesehatan tertentu.
Selama Cahyanta menjalani perawatan, pihak sekolah turut memberikan pendampingan kepada siswa tersebut dan membantu memenuhi kebutuhan donor darah selama proses penanganan medis.
(TribunTrends.com/Talitha)