BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Pangkalpinang didorong untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi anak.
Pengembangan kreativitas itu salah satunya dilakukan melalui workshop pengembangan media pembelajaran berbasis seni musik bertajuk KICau atau Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (12/8/2026), dengan melibatkan guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF).
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang Darwin mengatakan, workshop tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkaya metode pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah.
"Workshop ini memiliki arti yang penting dan strategis dalam rangka meningkatkan potensi dan kompetensi guru PAUD di Kota Pangkalpinang," kata Darwin.
Menurut Darwin, materi yang diperoleh para peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan selama mengikuti kegiatan. Ia berharap ilmu dan pengalaman dari narasumber dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Ia juga meminta para guru memanfaatkan workshop tersebut untuk menggali berbagai pengetahuan dan motivasi baru.
"Kita buka lebar pengetahuan dan motivasi kita hari ini. Agar apa yang disampaikan oleh narasumber dapat terserap dan dapat kita implementasikan di dunia pendidikan di Kota Pangkalpinang," ujarnya.
Darwin menilai pendidikan anak usia dini memiliki posisi penting karena menjadi salah satu tahap awal yang membentuk perjalanan pendidikan seorang anak.
Karena itu, menurut dia, kualitas guru PAUD perlu terus diperkuat agar mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan usia, karakter, serta kebutuhan anak.
Pemanfaatan seni musik dalam pembelajaran dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk membuat kegiatan belajar lebih dekat dengan dunia anak. Lagu dan aktivitas musik juga dapat dikembangkan guru sebagai media untuk menyampaikan materi secara lebih menarik.
Di sisi lain, Darwin menegaskan peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dukungan dari sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan juga dibutuhkan.
"Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Khususnya di Kota Pangkalpinang, bukan hanya tanggung jawab Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tetapi juga tanggung jawab seluruh stakeholder," katanya.
Ia berharap guru PAUD dan PNF yang mengikuti workshop dapat membawa pengetahuan yang diperoleh untuk dikembangkan di satuan pendidikan masing-masing.
Dengan demikian, pembelajaran PAUD di Kota Pangkalpinang diharapkan tidak hanya berlangsung secara rutin, tetapi juga semakin kreatif, inovatif, dan menyenangkan bagi anak. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)