Untag Surabaya Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Dorong Riset hingga Komersialisasi
Wiwit Purwanto August 12, 2026 05:05 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA -Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus mendorong karya mahasiswa dan dosen agar tidak berhenti sebagai produk akademik. Kampus menyiapkan pembinaan, perlindungan HKI, hingga hilirisasi untuk membuka peluang pemanfaatan dan komersialisasi bagi masyarakat luas.

Sejumlah karya inovatif mahasiswa menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat hubungan antara riset, kebutuhan masyarakat, dan peluang ekonomi.

Pengembangan dilakukan bertahap agar hasil karya tidak berhenti setelah penelitian selesai.

Karya Akademik Didorong hingga Tahap Hilirisasi

Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui proses pengembangan dan hilirisasi yang dikoordinasikan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Menurut Harjo, karya mahasiswa maupun dosen yang memiliki potensi untuk dikembangkan akan mendapatkan pembinaan secara bertahap. Prosesnya dimulai dari pengembangan riset, penyusunan roadmap hingga perlindungan kekayaan intelektual (HKI), sebelum diarahkan menuju tahap hilirisasi dan komersialisasi.

Baca juga: UNISLA Gandeng Kampus UTHM Malaysia dan Untag Surabaya, Inisiasi Biopori di 17 Desa Rawan Banjir

“Dari hasil karya mahasiswa atau dosen yang perlu dikembangkan nanti dilanjutkan oleh LPPM oleh universitas melalui LPPM sampai kepada hilirisasi,” kata Harjo usai melihat sejumlah karya inovatif mahasiswa, Rabu (12/8/2026).

Hilirisasi tersebut, lanjut dia, dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Hasil penelitian dapat diabdikan atau diberikan kepada masyarakat maupun dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Untag Surabaya juga membantu mengurus perlindungan HKI terhadap karya yang potensial, baik berupa hak cipta, paten maupun bentuk HKI lainnya.

Harjo mengatakan, khusus karya para wisudawan pada periode saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan untuk menentukan karya yang berpotensi mendapatkan perlindungan HKI.

“Untuk periode wisuda yang sekarang kami belum mendata karena baru saja lulus. Proses untuk mana yang bisa dihakciptakan, mana yang bisa di-HKI-kan dengan rezim yang lain, itu kami masih belum menerima datanya,” ujarnya.

Siapkan Anggaran Rp2,5 Miliar untuk Riset

Pembinaan terhadap karya mahasiswa dan dosen untuk menuju HKI, kata Harjo, dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun. Kampus bahkan telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung proses tersebut.

Baca juga: Inovasi Mahasiswa Ubaya Ubah Daun Mangga dan Kulit Kacang Jadi Camilan Antidiabetes

Untag Surabaya mengalokasikan anggaran internal sebesar Rp2,5 miliar setiap tahun untuk mendukung berbagai skema penelitian. Pendanaan tersebut mencakup skema dasar, pengembangan hingga skema yang diarahkan menuju komersialisasi.

“Dana internal itu hanya untuk proses pembinaan, mempersiapkan supaya dia bisa berdaya saing di luar,” jelasnya.

Selain pendanaan internal, pengembangan riset juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Untag Surabaya memiliki skema penelitian dan pengabdian masyarakat kolaboratif yang melibatkan perguruan tinggi lain, pemerintah maupun industri.

Pembinaan dilakukan sejak mahasiswa bersama dosen menginisiasi penelitian. Mereka diarahkan menyusun roadmap pengembangan riset hingga mempersiapkan hasil penelitian untuk masuk tahap hilirisasi.

Meski demikian, Harjo mengakui saat ini belum ada hasil riset Untag Surabaya yang diproduksi secara massal. Komersialisasi yang berjalan masih dalam skala terbatas, terutama melalui industri kecil.

“Untuk hasil riset diproduksi massal belum. Jadi komersialisasinya masih terbatas untuk di industri kecil,” ungkapnya.

Ke depan, Untag Surabaya akan terus mendorong agar hasil riset mahasiswa dan dosen dapat berkembang hingga memiliki pasar yang lebih luas. Dengan demikian, karya yang lahir dari lingkungan kampus diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.