Stabilkan Harga di Pasar, Mentan Amran Sulaiman Minta Telur Masuk Menu MBG 3 Kali Seminggu
Vivi Febrianti August 12, 2026 05:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta agar telur masuk ke dalam menu Program makan bergizi gratis (MBG) sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu minggu.

"Insya Allah harga telur kita jaga di tingkat SPPG. Kemudian, kalau konsumsi satu kali per minggu bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali. Itu sudah dibuat prosedurnya BGN,” kata Mentan Amran dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Rabu (12/8/2026). 

Amran menegaskan, peningkatan penyerapan telur dari Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah menstabilkan harga telur yang tengah lesu di pasaran.

Kementan sudah berkoordinasi dengan BGN terkait petunjuk teknis (juknis) agar setiap SPPG bisa menyerap telur dari para peternak. 

Pengoptimalan penyerapan telur untuk program MBG dinilai tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, namun juga memperkuat pasar bagi para peternak rakyat. 

Adanya penyerapan yang lebih pasti, membuat para peternak memiliki jaminan untuk menjaga keberlanjutan usahanya.

Amran bilang, berbagai upaya akan dilakukan pemerintah untuk menjaga petetnak rakyat di tengah harga telur yang masih lesu.

Sebab, ada sekitar 3,8 juta peternak bergantung pada keberlangsungan sektor perunggasan.

Hal tersebut lah yang membuat Amran langsung terbang ke Surabaya untuk menyerap aspirasi langsung dari para peternak, Selasa (11/8/2026).

“Ini 3,8 juta peternak kita harus jaga. Apa mau biarkan mereka berteriak tiap hari? Dan itu tugas kami. Begitu kami lihat ada demo di beberapa daerah, langsung kami rapat di Surabaya. Tidak menunggu lagi rapat di Jakarta,” ujar dia.

Selain meningkatkan penyerapan, dalam pertemuan itu, Amran juga berusaha untuk menjaga harga pakan ayam agar tidak melonjak. 

Jika harga pakan stabil, diharapkan para peternak tidak semakin terbebani dengan harga telur yang masih lesu.

"Hal ini harus didorong agar harga setidaknya mencapai HPP plus keuntungan. Kami di Kementerian Pertanian selalu mendorong minimal harga telur di tingkat peternak adalah Rp 24.000 per kilogram, syukur-syukur mendekati harga acuan Rp 26.500," ucap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) di Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) Agung Suganda di kantornya, Senin (3/8/2026).

Lesunya harga telur membuat asosiasi peternak ayam melakukan protes dan meminta agar pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan usaha mereka agar tak gulung tikar.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.