Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menyediakan layanan khusus keimigrasian berupa jalur cepat (fast track) untuk mendukung konser grup band legendaris Gun N' Roses bulan November dan K-Pop BTS bulan Desember di Indonesia.
Hendarsam Marantoko, selaku Direktur Jenderal Imigrasi mengatakan dukungan ini bagian dari fungsi Ditjen Imigrasi sebagai fasilitator dalam pembangunan ekonomi.
"Jadi itu (visa) kami permudah sekali, kami kasih fast track," kata Hendarsam dalam kegiatan pers briefing Imigrasi di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan Ditjen Imigrasi memiliki kebijakan performer visa, yakni membentuk tim yang bertugas mempercepat proses persetujuan performer visa.
Visa tersebut mempermudah warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia untuk melakukan pertunjukan seni.
Visa tersebut dipergunakan oleh artis, musikus, aktor, maupun kru pendukung yang terlibat dalam suatu acara.
Menurut dia, peran imigrasi sangat strategis dalam terwujudnya konser Gun N' Roses dan BTS di Indonesia. Jika Pemprov DKI Jakarta mendukung dengan menyediakan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai lokasi konser. Maka Imigrasi memastikan kedua kelompok musik itu bisa tampil dengan mempermudah penerbitan visa.
"Jadi Gun N' Roses mau datang ke sini bulan November. Pak Pram (Gubernur DKI-red) mengatakan dukung sediakan GBK. GBK disediakan, kalau visa nggak disediakan nggak bisa (konser), BTS begitu juga.Tapi kalau visa kita kasih, umpamanya Pak Pram tidak kasih GBK, dia bisa (konser) di Bekasi kalau masih bisa. Yang penting visa-nya dulu dari kita. Sebegitu strategisnya imigrasi sebenarnya," ujarnya.
Ia juga mengatakan kemudahan layanan performer visa ini merupakan wujud cerminan sebagai wajah Indonesia di mata dunia.
Dia menyebut, jika di pintu masuk atau pintu gerbang sudah menunjukkan kemudahan maka akan memberi kesan yang baik bagi performer yang memiliki penggemar yang banyak tentang keramahan Indonesia bagi penampil-penampil internasional.
"Yang tentunya juga ini akan memberi dampak yang baik bagi citra Indonesia secara keseluruhan, negara yang ramah tapi juga tegas," katanya.
Dukungan serupa juga diberikan di sektor olahraga lewat kebijakan Sports Visa.
Kebijakan ini, kata dia, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa setiap pertunjukan, performer yang ada di Indonesia harus meningkatkan sektor ekonomi.
Karena, lanjut dia, adanya konser musik, dan event sepakbola bertaraf internasional di Indonesia penontonnya tidak hanya WNI tetapi juga penonton dari negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura.
"Masuknya penonton dari luar negeri itu mendatangkan devisa dan pendapatan bagi negara," ujar Hendarsam.
Grup band legendaris Gun N' Roses dijadwalkan menggelar konser di Indonesia pada bulan November, sedangkan K-Pop BTS asal Korea Selatan dijadwalkan menggelar tur dunia bertajuk BTS World Tour 'Arirang' IN Jakarta di GBK pada 26, 27, dan 29 Desember 2026.





