12 Agustus Diperingati Hari Anak Tengah, Ini Keistimewaan Mereka
Joko Widiyarso August 12, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Siapakah di antara Anda yang merupakan anak tengah? Tahukah Anda, setiap 12 Agustus diperingati sebagai Hari Anak Tengah Internasional atau International Middle Child Day.

Peringatan ini menjadi momen untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang berada di posisi tengah dalam keluarga.

Dalam sebuah keluarga, anak sulung biasanya mendapat perhatian karena menjadi anak pertama. Sementara anak bungsu sering mendapatkan perhatian karena dianggap sebagai anak paling kecil.

Posisi tersebut kemudian melahirkan berbagai anggapan mengenai karakter anak tengah. Mulai dari dianggap lebih mandiri, pandai beradaptasi, hingga sering menjadi penengah ketika terjadi konflik dalam keluarga.

Lantas, bagaimana sejarah Hari Anak Tengah dan benarkah anak tengah memiliki karakter yang berbeda? Simak penjelasannya berikut ini.

Bagaimana Sejarah Hari Anak Tengah Internasional?

Peringatan Hari Anak Tengah disebut mulai digagas pada 1986 oleh seorang perempuan asal Amerika Serikat bernama Elizabeth Walker.

Walker yang juga merupakan anak tengah merasa bahwa anak yang berada di posisi tersebut terkadang kurang mendapatkan perhatian.

Anak sulung biasanya mendapat sorotan karena menjadi anak pertama yang mengalami berbagai tahapan kehidupan. Sementara anak bungsu sering mendapat perhatian karena statusnya sebagai si kecil.

Walker kemudian mengusulkan adanya hari khusus untuk memberikan apresiasi kepada anak tengah.

Pada awalnya, peringatan ini dikenal dengan nama National Middle Children's Day. Waktu perayaannya juga sempat dikaitkan dengan Sabtu kedua pada bulan Agustus.

Seiring berkembangnya peringatan tersebut, istilah National Middle Child Day atau International Middle Child Day kemudian lebih banyak digunakan.

Saat ini, 12 Agustus menjadi tanggal yang populer digunakan untuk memperingati Hari Anak Tengah.

Mengapa Ada yang Mengusulkan 2 Juli sebagai Hari Anak Tengah?

Ada fakta menarik mengenai tanggal peringatan Hari Anak Tengah.

Organisasi bernama International Middle Child's Union yang didirikan Bruce Hopman pernah mengusulkan 2 Juli sebagai Hari Anak Tengah.

Alasannya cukup unik. Tanggal tersebut dianggap sebagai titik tengah kalender karena dalam tahun biasa terdapat 182 hari sebelum dan 182 hari setelah tanggal tersebut.

Meski begitu, tanggal 12 Agustus tetap menjadi tanggal yang lebih populer digunakan untuk memperingati Hari Anak Tengah.

Apa Itu Middle Child Syndrome?

Anak tengah juga sering dikaitkan dengan istilah Middle Child Syndrome.

Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika seorang anak tengah merasa kurang mendapatkan perhatian atau kesulitan menemukan posisi dirinya di antara kakak dan adiknya.

Konsep mengenai urutan kelahiran sendiri pernah dibahas oleh psikolog Austria Alfred Adler melalui teori urutan kelahiran atau birth order.

Namun, Middle Child Syndrome bukanlah diagnosis gangguan psikologis resmi.

Artinya, tidak semua anak tengah pasti mengalami kondisi tersebut. Kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh pola asuh, hubungan keluarga, lingkungan dan berbagai pengalaman hidup.

Menariknya, posisi sebagai anak tengah juga sering dikaitkan dengan sejumlah kemampuan positif.

Apa Saja Keistimewaan Anak Tengah?

1. Sering Menjadi Penengah
Karena berada di antara kakak dan adik, anak tengah sering terbiasa melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Kebiasaan tersebut dapat membuat mereka lebih mudah berkompromi dan berusaha menjaga hubungan dengan anggota keluarga.

Tidak jarang anak tengah akhirnya menjadi penengah ketika kakak dan adiknya sedang berselisih.

2. Lebih Mandiri
Anak tengah terkadang tidak mendapatkan perhatian sebesar anak pertama maupun anak terakhir.

Kondisi tersebut dapat membuat mereka terbiasa melakukan berbagai hal secara mandiri dan mencari ruang untuk mengembangkan dirinya sendiri.

Namun, bukan berarti seluruh anak tengah pasti memiliki karakter mandiri. Setiap keluarga memiliki pola pengasuhan yang berbeda.

3. Memiliki Kemampuan Beradaptasi
Berada di antara saudara dengan usia dan karakter yang berbeda membuat anak tengah memiliki banyak pengalaman dalam berinteraksi.

Mereka terbiasa berbagi, menyesuaikan diri dan memahami keinginan orang lain.

Pengalaman tersebut dapat membantu anak tengah mengembangkan kemampuan sosial dan berkomunikasi.

4. Pandai Bernegosiasi
Anak tengah juga sering dianggap memiliki kemampuan negosiasi yang baik.

Misalnya ketika harus berbagi sesuatu dengan kakak atau adik. Mereka belajar mencari jalan tengah agar kepentingan masing-masing tetap dapat terpenuhi.

Kemampuan tersebut kemudian dapat berguna ketika mereka berinteraksi dengan orang lain di luar keluarga.

5. Memiliki Cara Memimpin yang Berbeda
Kepemimpinan tidak selalu berarti menjadi orang yang paling dominan.

Anak tengah yang terbiasa menjadi penengah dapat mengembangkan gaya kepemimpinan yang lebih mengutamakan kerja sama, mendengarkan pendapat orang lain dan menjaga hubungan dalam kelompok.

Karena itu, anak tengah tidak harus menjadi sosok yang paling banyak bicara untuk dapat menjadi pemimpin.

Benarkah Anak Tengah Lebih Sering Merasa Terlupakan?

Anggapan bahwa anak tengah sering merasa terlupakan memang banyak ditemukan di media sosial.

Tidak sedikit anak tengah yang membuat lelucon mengenai dirinya sebagai anak yang berada di antara kakak dan adik.

Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk seluruh anak tengah.

Setiap anak memiliki pengalaman keluarga yang berbeda. Ada anak tengah yang mendapatkan perhatian sangat besar dari orang tua, ada pula yang justru tumbuh menjadi pribadi yang sangat mandiri.

Karena itu, istilah Middle Child Syndrome lebih baik dipahami sebagai gambaran atau fenomena populer, bukan label yang harus diberikan kepada semua anak tengah.

Pada akhirnya, anak tengah bukan yang pertama menjadi contoh bagi keluarga dan bukan pula yang terakhir mendapatkan perhatian.

Mereka tumbuh di ruang tengah, belajar memahami kakak, menyayangi adik dan terkadang belajar mengalah tanpa banyak bercerita.

Mungkin mereka tidak selalu meminta sorotan, tetapi dari posisi tersebut banyak anak tengah justru belajar menjadi sosok yang mampu mendengar, memahami dan menjaga keseimbangan di dalam keluarga.

Jadi, jika Anda memiliki saudara yang merupakan anak tengah, 12 Agustus ini mungkin menjadi waktu yang tepat untuk memberikan perhatian kecil dan mengucapkan terima kasih kepada mereka.

(MG ABIL PRAMUDYA)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.