Zulfydar Dorong Tradisi Robo-Robo Masuk Calendar of Event Nasional, Gaet PHRI hingga ASITA
Rivaldi Ade Musliadi August 12, 2026 05:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Zulfydar Zaidar, mendorong agar tradisi budaya Robo-Robo di Kota Pontianak dikembangkan secara masif menjadi agenda pariwisata berskala nasional.

Menurut Zulfydar, Robo-Robo memiliki daya pikat yang sangat komplit karena menggabungkan nilai-nilai sejarah, kebudayaan Melayu, dan dimensi religi yang kuat.

Apabila dikemas secara profesional, tradisi ini diyakini mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.

"Tentu kegiatan Robo-Robo ini niatnya bagus sekali, dalam rangka kita melepaskan persoalan atau kita memohon doa kepada Allah SWT supaya di tahun berikutnya kehidupan kita jauh lebih baik lagi," ungkap Zulfydar saat diwawancarai oleh Tribunpontianak.co.id, Rabu 12 Agustus 2026.

Siap Tampung Aspirasi pada Reses September 2026

Legislator asal Kalimantan Barat ini menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh dari segi kebijakan maupun penganggaran agar pelaksanaan Robo-Robo di tahun depan dikemas lebih megah dan meriah.

Meski dirancang dalam skala besar, Zulfydar menekankan bahwa esensi serta nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas utama Robo-Robo tidak boleh tergerus oleh modernisasi.

"Saya secara pribadi akan mendukung penuh upaya ini di tahun depan agar lebih besar lagi. Ini akan memicu minat wisatawan dan menjadi agenda pariwisata khusus dari Kota Pontianak," tegasnya.

• Zulfydar Dorong Tradisi Robo-Robo Jadi Ajang Kebangkitan UMKM dan Magnet Wisata Kalbar

Sebagai langkah nyata, Zulfydar berencana membawa dan memperjuangkan aspirasi pengembangan tradisi ini ke dalam agenda reses DPRD Provinsi Kalbar pada September 2026 mendatang.

Ia akan membuka ruang komunikasi intensif dengan panitia pelaksana, tokoh adat Melayu, serta Pemerintah Kota Pontianak guna menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan festival Robo-Robo ke depan.

Sinergi Ekosistem Pariwisata: PHRI, ASITA, hingga HPI

Guna merealisasikan Robo-Robo sebagai event nasional, Zulfydar menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor secara terpadu.

Pemerintah Daerah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus menggandeng asosiasi industri pariwisata, sektor perhotelan, biro perjalanan wisata, hingga pemandu wisata.

"Bisa dikolaborasikan dengan hotel-hotel. Sangat memungkinkan nanti ada kolaborasi antara PHRI, ASITA, HPI, dan institusi terkait lainnya. Yang kita harapkan seluruh unsur bisa memaksimalkan kepentingan bersama demi kemajuan daerah," jelasnya.

Zulfydar menambahkan, potensi paket wisata Robo-Robo akan semakin manis jika dipadukan dengan eksposur kuliner khas dan pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

Kendati demikian, ia kembali menyuarakan pesan agar kesakralan tradisi tidak tertutupi oleh hiruk-pikuk komersialisasi semata.

"Yang penting roh tradisionalnya tetap dirasakan oleh pengunjung. Jangan sampai pengembangan zaman justru menghilangkan nilai asli tradisinya. Tradisional itu nilai jual utamanya," imbau Zulfydar.

Menguatkan Fundamental Ekonomi Daerah

Mengakhiri keterangannya, Zulfydar optimistis bahwa keberadaan event kebudayaan berskala nasional yang rutin diselenggarakan setiap bulan akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

Banyaknya agenda pariwisata secara tidak langsung akan berdampak langsung (multiplier effect) pada pendapatan pedagang kecil, pengusaha kuliner, moda transportasi, hingga tingkat keterisian hotel (occupancy rate).

"Kalau setiap bulan ada kegiatan-kegiatan skala nasional di Kalbar, perputaran uang akan sangat cepat. Ini akan memperkuat fundamental ekonomi masyarakat daerah, para pelaku UMKM, hingga masyarakat lapisan bawah," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.