TRIBUNAMBON.COM - Jumlah korban jiwa akibat wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo telah melampaui 2.000 orang.
Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan RD Kongo, sebanyak 4.449 kasus Ebola telah terkonfirmasi.
Dan dengan 2.061 kematian dan 886 orang dinyatakan sembuh.
Wabah tersebut masih memengaruhi lima provinsi, yakni Haut-Uele, Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Tscho.
Penyebaran virus telah mencapai total 53 wilayah.
Provinsi Ituri masih menjadi salah satu pusat wabah, mengutip Anadolu Agency, Rabu (12/8/2026).
Baca juga: Cegah TPPO dan Pekerja Migran Ilegal, Imigrasi Tolak Penerbitan 9.394 Permohonan Paspor Baru
Baca juga: Ketua MUI Maluku Ajak Masyarakat Perkuat Kedamaian dan Dukung Pemerintah untuk Kemajuan Daerah
Sementara itu, situasi di Kivu Selatan menunjukkan perkembangan positif karena tidak mencatat kasus baru yang terkonfirmasi selama 75 hari.
Data pemerintah menunjukkan angka kematian atau case fatality rate dalam wabah tersebut mencapai 46,3 persen.
Adapun tingkat pelacakan kontak telah mencapai 82,7 persen, yang menjadi bagian penting dalam upaya memutus rantai penularan.
Ebola merupakan penyakit demam berdarah yang telah menyebabkan ribuan kematian di Afrika.
Virus ini pertama kali teridentifikasi pada 1976 melalui wabah yang terjadi secara bersamaan di Nzara, Sudan, dan Yambuku, DRC.
Nama Ebola berasal dari Sungai Ebola di DRC, yang berada di dekat lokasi salah satu wabah pertama penyakit tersebut.
Salah satu wabah Ebola terbesar terjadi di Afrika Barat pada 2014–2017.
Wabah yang bermula pada Desember 2013 dan terutama melanda Guinea, Liberia, serta Sierra Leone itu menginfeksi sekitar 30.000 orang dan menyebabkan lebih dari 11.000 kematian.
Di DRC, wabah terbaru diumumkan setelah ditemukan 246 kasus yang diduga dan 65 kematian di Provinsi Ituri.
Pejabat kesehatan juga menyebut varian Ebola Bundibugyo yang muncul pada Mei belum memiliki pengobatan atau vaksin yang disetujui.(*)