Jogja Fashion Week 2026 Libatkan Talenta Muda SMK Hingga Desainer Nasional
Muhammad Fatoni August 12, 2026 07:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Merawat akar tradisi sembari menggandeng masa depan menjadi napas utama dalam Jogja Fashion Week (JFW) 2026.

Mengusung tema "Roots to Resonance, Beyond", ajang mode tahunan yang digelar di Jogja Expo Center pada 13–16 Agustus 2026 ini hadir dengan skala yang lebih luas. 

Melibatkan 82 IKM lokal serta puluhan desainer lintas generasi, JFW 2026 membuktikan bahwa panggung mode Yogyakarta bukan hanya tempat memamerkan busana, melainkan ruang interaksi tren global yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama More Media Event Organizer memprakarsai pergelaran edisi ke-21 ini tepat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Peningkatan standar produksi tingkat nasional, penambahan volume peragaan busana menjadi 15 sesi, hingga panggung khusus bagi karya pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), desainer cilik, serta asosiasi desainer profesional menjadi pembeda utama pada edisi kali ini.

Kepala Disperindag DIY, Anton Raharja, menyampaikan bahwa acara ini dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DIY pada Kamis (13/8/2026) di Hall A JEC.

Mewakili pemerintah daerah, Anton menekankan pentingnya sinergi dalam mengedukasi masyarakat dan pelaku industri mengenai arah perkembangan industri kreatif lokal.

​"Jogja Fashion Week ini bukan sekadar panggung peragaan, melainkan momentum penting untuk mendorong eskalasi dan daya saing para pelaku industri fesyen kita. Kami sangat optimistis, melalui standardisasi yang terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, produk dan karya IKM lokal Yogyakarta mampu menjadi penentu arah tren serta bersaing secara kompetitif di tingkat nasional maupun global," terang Anton.

​"Perkembangan industri fesyen di DIY menunjukkan geliat yang sangat positif, terutama dengan menguatnya kolaborasi antara desainer senior, perancang muda, dan pelaku IKM. Melalui JFW 2026, pemerintah daerah berkomitmen terus hadir untuk memfasilitasi wadah bagi ekosistem fesyen lokal agar tidak hanya bertumbuh dari sisi kreativitas, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan," lanjutnya.

Libatkan Talenta Muda SMK

Perwakilan panitia penyelenggara, Aulia, memaparkan bahwa persiapan teknis JFW 2026 telah rampung dikelola oleh tim inti yang terdiri dari perancang eksibisi Hall B dan C, serta koordinator fashion show. 

Berbeda dari edisi 2025, JFW 2026 menghadirkan terobosan baru dengan memberi ruang penuh bagi asosiasi profesi dan institusi pendidikan kejuruan di panggung utama.

"Pada tahun ini, yang spesial adalah sesi fashion show-nya lebih banyak daripada tahun lalu. Jika tahun lalu belum ada sesi tenant atau sesi dari asosiasi, pada kesempatan kali ini selain ada empat sesi reguler di sore hari dan malam hari, fashion show bertambah dengan adanya sesi untuk SMK atau fashion designer mahasiswa dan pelajar. Kemudian ada sesi untuk anak-anak, sesi dari asosiasi APPMI, dan sesi khusus IFC. Ini baru pertama kali ada di Jogja Fashion Week, di mana sesi khusus asosiasi APPMI dan IFC akan menampilkan total tokoh-tokoh fashion designer dari DIY secara penuh pada tahun 2026. Ini menjadi sesuatu yang spesial," kata Aulia.

Baca juga: Kisah Pengusaha Tahu Kulon Progo dan Bantul Gotong Royong Bangun Jembatan Apung di Sungai Progo

Rangkaian Peragaan Busana

Rangkaian peragaan busana ini dipusatkan di Runway Stage Hall A Jogja Expo Center (JEC) dari tanggal 13 hingga 16 Agustus 2026. 

Acara dibuka pada Kamis, 13 Agustus 2026, diawali dengan sesi Young Talents Fashion Showcase pada pukul 13.00–14.30 WIB yang menampilkan karya siswa dan lembaga pendidikan, seperti ONE'SE Fashion & Creative by SMKN 1 Sewon, Kallyya by SMK Negeri 5 Kendal, Sandis by SMK Syubbanul Wathon, DerA by SMK Darul Amanah Sukorejo Kendal, GALERIA SMKN 4 Madiun, KLAMBEN by SMK Islam Sudirman 1 Ambarawa, SMKN 2 Ponorogo (Revi Liani Putri & Shahbikha Najma Syakieb), DEVENTA PRODUCTION by SMK Negeri 7 Yogyakarta, SMK Plus X Magelang, PRESTIGE by SMK Negeri 4 Yogyakarta, d'JeLiPat by SMK Negeri 3 Magelang, Merachel Design Academy by Naxfana, serta BYZHUL=CHAN by Zhulchan Yaguar Muttaqin.

Selanjutnya, panggung Urban Pulse berlangsung pukul 15.00–17.00 WIB dengan karya Wearlori, Layana Creative by Bilqis Mahisya x Aisya Ramasari, L&TG, TJIPTOWARNO, AMALIA by Lia Wulandari, Mimo by OAK Leather Gallery, PrajanEco, Lady of The Moon, SHOPINKAE, KaLu, Young Upcycled Designers by Ambar Kusuma, hingga ARIESANTHI_design x Djoen Leather.

Hari pertama ditutup sesi Simplicity in Style pada pukul 19.00–21.00 WIB yang menghadirkan Djoko Margono, Ura by Aura Afilia, dr Rosa Rumaseuw, Shafana by Feby Ayang, Zainal Songket, Bts Plussize New Generation by Silvia Archangela x Eko Tjandra, Yenne Hakim, Batik Banava Nusantara by Rendi Arif, TOVE by Heaven Tungga, Ofie Laim, MAHARANI PERSADA by Essy Masita, dan Abeey by Ariy Arka.

Memasuki hari kedua pada Jumat, 14 Agustus 2026, acara dimulai pukul 13.00–15.00 WIB dengan APPMI Fashion Tendance 2027 sebagai panggung khusus Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIY.

Sesi ini menampilkan Gee Batik by Sugeng Waskito, MAHARANI PERSADA by Essy Masita, Manggar Natural by Yovie Asdi, JINGGAR by Vitalia Pamoengkas, DEWANI by Adewani Lubis, Enom Batik, SVARNA by Irna dj Hariyanto, Vanilla by Stevanny Candra, Cupumanik by Ryani Utami, d.jee by Dewi deeJE, PRASOJO by Rani x FUGUKU, Yose Art by Ani Seto, Rianty Batik x Universitas Ciputra Surabaya, MAJALENGKA TI PAYUN by BRAHM ITALIA, serta YUNI POHAN x WERY NUKHA NIBIRA.

Kemudian pukul 15.30–17.00 WIB, panggung Modest Muse menyuguhkan karya SYDRA MODEST WEAR by SHOPINKAE, ERha, ALULA, GoO Ninks, Riris Avilla, SRITI GAMPLONG by Asry Arif, ADIKARANG FASHION DESIGN x SOSA, Hanenda.idn x Damelanasto x Asya Collection, Mavee Batik by Lina Marlina, Hizza Batik Jogja, dan Dekranasda Ngawi.

Malam harinya, pukul 19.00–21.00 WIB, sesi Modest in Motion menampilkan peragaan dari Shadec, Lia Afif x Dekranasda Kabupaten Jombang, Wening's Line, Ritz, Majmal by Ana Farhasy, Ghania Clo, KIKIURI, Kekean Wastra Gallery x Sadeena, Bella Burhan, OWEN'S JOE x DINNA OWASTERA, Dekranasda Ngawi x Tofa Anglo x Marsev, Dekranasda Ngawi x Dani Paraswati, serta Ayu Dyah Andari.

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, peragaan dimulai pukul 12.30–14.30 WIB melalui panggung Kids N Teen yang memamerkan koleksi anak dan remaja karya BATIK CEDUY, DIVA GENERATION, ELMILAMODELS TULUNGAGUNG x LYNine by LUKMAN, GYD, KAHARA by Kadek Hare Rama, LAYANA CREATIVE, LUCID by Lucette, MIU'S by Ninuk Tari, NANDIO KIDS & TEENS, PURWAKANTHI.CO by Adi Sufrianto, SHEENARAYA, SHOFIE COLLECTION by Savitri, SILVER COLLECTION, SRAYA, Taufik Hidayat, serta Yayan Arsa x Dekranasda Kota Magelang.

Acara berlanjut pukul 15.00–17.00 WIB dalam panggung Twilight Allure yang menampilkan VASTRAE.ID, Ghozart, Andy Sugix x Elizabet Sarwendah, APTA STUDIO x House of Samja, AGB by Afif Ghurub, Dari Diajeng, Edy Susanto, Sapphire Atelier, ARIESANTHI_design, Andy Sugix x Zielmarisa.id, serta Eko Rudianto.

Malam harinya pukul 18.30–20.30 WIB, panggung Luminous Night menghadirkan desainer papan atas seperti Itang Yunasz, Dekranasda Kabupaten Brebes x Defrico Audy, Cacagown, SHELIA, Dadang Koesdarto, Immerse Fashion Academy, Paoline x Erisca, Ferry Setiawan, Batik Pitulungan by Robin & Hanna, dan Malik Moestaram.

Hari terakhir, Minggu 16 Agustus 2026, dibuka pukul 10.00–12.00 WIB dengan Grand Final Jogja Young Fashion Designer Competition 2026 bertema "Identity in Motion" yang menguji 20 finalis, yaitu Bunga Miftachul Jannah (Klaten), Indah Laili (Jepara), Hanifah Ardi (Yogyakarta), Daffa (Yogyakarta), Evee (Cirebon), Ling Ling Candra (Ponorogo), Raihan Nanda (Yogyakarta), Nimas Kundono (Yogyakarta), Wulan Purbaningrum (Malang), Mei Nur Kholifah (Ngawi), Foza Maulana (Yogyakarta), Cindyka (Kalimantan Barat), Adhelisa Frily (Klaten), Wahyu Rupingi (Blitar), Dwi Ariyanti (Purworejo), Agus Santoso (Sragen), Zuhaira Zuu (Sidoarjo), Noviantari (Madiun), Avrilia Kartika (Malang), dan Siska (Sidoarjo). 

Acara berlanjut pukul 12.00–15.00 WIB lewat IFC Trend Show 2026/2027 "RECODE" dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang menghadirkan Lia Mustafa, Dewi Roesdji x Banyu Sabrang, MYLYF, Nissa Khoirina, Dwiwarna by Dwi Nurhasanah, Diyah Ubudiyah, Afif Syakur, Lanny Amborowati x Edhayou Luxe, Iffah M Dewi, Kristi, Wening Angga, LUVNIC by Luffi, Sofie, MAGA by Mertin, Melati Soedjarwo x Yoga Art, Anantari by Resky Noviana, Dani Paraswati, Irun Maulana x KANAMLI, ChantiQ Indonesia by Astuti Arindra, serta Phillip.

Sesi Casual Redefined kemudian berlangsung pukul 15.30–17.00 WIB menampilkan Citra Karya x CriyosBag by Dilha Ayu, Darie Gunawan, Didik Warsito, BENANGLUSI x BLEEMO CRAFT, Ola Ecoprint by Zainal Arifin, MataRa by Kusminarko, Studio Nala by Larasati, AISHWARYA, Sesasi, WIRU x Bungkus, Prajan by Anthok Kalarie, serta Alalea by Eni Leni Dani. 

Seluruh gelaran resmi ditutup pada pukul 18.30–21.30 WIB melalui Closing Ceremony Urban Menswear yang memperagakan karya Priyo Oktaviano, GEE Batik by Sugeng Waskito, Bima Zikwan, Aldion Soeprijono, Fiar Gasuri, NF by Nando and Rama, Artoe's Official, GEGGO TEGUH, Junk 0 x @limaniac, RAGA BICARA, Gege Dejong, serta desainer tamu Dato' Sri Raja Rezza Shah.

Pameran Dagang

Selain peragaan busana, pameran dagang di Hall B dan Hall C menampung 82 IKM asal DIY dengan ukuran gerai (booth) bervariasi mulai dari 3x3, 3x6, hingga 6x6 meter.

Pameran terbagi dalam klaster fesyen, sportswear dan kasual, batik, serta kriya. Sektor busana olahraga (sportswear) mengalami lonjakan partisipasi pemasok jersi lokal seperti Almer dan PSIM Store.

Di Hall C, penyelenggara menghadirkan Creative Corner yang menyajikan 13 sesi acara interaktif secara beriringan dengan panggung peragaan utama.

Aktivitas ini melibatkan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), AKS AKK, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, serta mitra industri seperti La Tulipe, Bening Clinic, Mustika Ratu, dan Amalia Eco-print.

Guna memastikan kualitas acara setara dengan ajang mode nasional, penyelenggara memboyong pengarah gerak (koreografer) asal Jakarta, Angga Irawan, serta menerapkan standar tata cahaya dan pencahayaan LED tingkat tinggi.

"Harapan kami dari penyelenggara, Jogja Fashion Week ini bisa menjadi pusat interaksi tren fesyen global yang ada di Jogja menuju Indonesia. Selama sekian lama, Jogja Fashion Week ini telah memiliki posisi yang cukup baik di Indonesia. Kita ketahui bersama bahwa standar dari penyelengaraan fashion show Jogja Fashion Week ini dari tahun ke tahun selalu berusaha ditingkatkan, baik secara modelnya, penataan ruangannya, penataan tata cahayanya, hingga koreografernya," pungkas Aulia.

Seluruh rangkaian pameran dan peragaan busana Jogja Fashion Week 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya (free entry) melalui pendaftaran pengunjung secara dalam jaringan (online). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.