Belasan Pelajar Naik Mobil Pikap di Seluma Bengkulu Viral, Polisi Selidiki Pengemudi dan Kendaraan
Hendrik Budiman August 12, 2026 07:42 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Viral di media sosial video yang memperlihatkan belasan pelajar di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, diangkut menggunakan mobil pikap.

Dalam video berdurasi 17 detik tersebut, terlihat pelajar SMA mengenakan seragam sekolah terlihat berdesakan di bak belakang mobil pikap bak terbuka.

Para siswa tampak duduk dan berdiri di dalam bak kendaraan tanpa dilengkapi perlindungan keselamatan.

Video direkam dan di posting di Facebook oleh akun Jefri Rian yang berada versis di belakang mobil pikap tersebut.

Kondisi ini kemudian menjadi sorotan lantaran dinilai membahayakan keselamatan para pelajar. 

Menanggapi video yang viral tersebut, Satlantas Polres Seluma memastikan akan mengambil tindakan terhadap pengemudi mobil pikap yang membawa para pelajar tersebut.

Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan melalui Kasat Lantas Iptu Wiwit Sutrisno mengatakan, pihaknya akan mendatangi sekolah untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Baca juga: HGU PT Agri Andalas Masuk 3 Kecamatan di Seluma, Warga Pertanyakan Proses Penerbitannya

"Besok kita datangi sekolah. Kita akan memberikan sanksi kepada pengemudi karena tindakan itu sangat berbahaya," tegas Wiwit dikonfirmasi Rabu siang (12/8/2026). 

Mobil pikap merupakan kendaraan yang diperuntukkan mengangkut barang.

Bak belakang kendaraan tersebut tidak semestinya digunakan untuk mengangkut penumpang, terlebih anak-anak sekolah dalam jumlah banyak.

Selain memberikan sanksi, polisi juga akan memberikan edukasi kepada pengemudi dan pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Kami akan memberikan pemahaman agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," katanya.

Masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan barang untuk mengangkut penumpang, terutama anak-anak sekolah.

Menurutnya, keselamatan pelajar harus menjadi perhatian utama karena risiko kecelakaan saat berada di bak terbuka sangat tinggi.

"Kami imbau masyarakat tidak menjadikan kendaraan barang sebagai angkutan penumpang," sampai Wiwit Sutrisno. 

Berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat maupun pihak sekolah agar tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam mengantar dan menjemput pelajar.

"Mengantarkan siswa memang menjadi kewajiban, namun kendaraan yang digunakan harus memenuhi aspek keselamatan dan tidak membahayakan para penumpang," tutup Wiwit. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.